Wabah Corona Meluas, GBK Tetap Bisa Digunakan Berolahraga

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana renovasi sarana olahraga di Komplek Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,12 Desember 2018. Venue yang masih dalam pengerjaan adalah renovasi stadion utama GBK senilai Rp 770 miliar yang progresnya 84,54 persen. TEMPO/Subekti.

    Suasana renovasi sarana olahraga di Komplek Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,12 Desember 2018. Venue yang masih dalam pengerjaan adalah renovasi stadion utama GBK senilai Rp 770 miliar yang progresnya 84,54 persen. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - GBK atau Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, masih membuka akses publik untuk bisa berolahraga di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19.

    Namun masyarakat dihimbau menjaga jarak atau social distancing di area yang luas dan lapang. "Parah juga kalau orang tidak bisa masuk, orang tidak punya tempat menyehatkan badan," kata Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Winarto  kepada Tempo, Senin, 23 Maret 2020.

    Namun Winarto mengatakan, untuk event olahraga yang mengumpulkan orang mengikuti perizinan dari pemerintah. "Kalau pemerintah tidak mengizinkan tidak bisa," ucap dia.

    Untuk mengatasi penyebaran virus corona, penyemprotan disinfektan ke beberapa lokasi sudah dilakukan di GBK, di antaranya Lapangan Tennis dan Stadion Aquatik.

    Sebelumnya, KONI Pusat menganjurkan masyarakat untuk tetap rutin berolahraga. Hal ini guna meningkatkan daya tahan tubuh untuk antisipasi tertular virus corona tipe baru penyebab COVID-19.

    Menurut dokter olahraga sekaligus Wakil Ketua Bidang Sport Science KONI Pusat, dr Andi, olahraga dengan intensitas yang cukup sangat dianjurkan. Sebab, hal ini dapat menurunkan risiko terinfeksi virus corona.

    "Jika seseorang jarang berolahraga maka risiko terinfeksinya tinggi, sedangkan jika olahraga cukup, tingkat risiko terinfeksinya rendah," ujarAndi dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.

    Meski begitu, Andi mengimbau agar menghindari olahraga dengan intensitas tinggi. Pasalnya, hal itu justru dapat meningkatkan risiko tertular COVID-19.

    Adapun durasi ideal berolahraga, menurut Andi, yaitu cukup dengan waktu 30 menit hingga satu jam. Apabila olahraga di atas satu jam, lanjut dia, justru akan membuat daya tahan tubuh menjadi lemah dan rentan. Terkait kondisi virus corona yang semakin mewabah, Andi juga sangat menganjurkan untuk berolahraga di dalam rumah.

    "Kalau mau outdoor boleh-boleh saja asalkan daerah olahraga tidak terkena wabah corona, kondisi badan sedang fit dan disarankan olahraga secara individual dengan perhatian jarak 1,5 hingga 2 meter," katanya.

    Andi juga tidak merekomendasikan menggunakan masker saat berolahraga. Hal itu dapat menghambat masuknya oksigen ke dalam tubuh.

    "Oksigen itu kita dapatkan saat kita menghirup udara. Ketika kita menggunakan masker justru udaranya akan terhambat masuk ke dalam paru-paru," ujarnya.

    Rutin berolahraga dengan intensitas cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tak hanya itu, olahraga juga menjadi salah satu faktor penting melawan dan mencegah corona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.