Juara Renang Olimpiade Ini Bagi Pengalaman Melawan Virus Corona

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria yang mengenakan masker saat mewabahnya virus corona melewati patung lambang Olimpiade di Tokyo, Jepang, 6 Maret 2020. Pesta olahraga terbesar di dunia ini berpotensi diundur hingga akhir tahun, sejumlah event ujicoba telah ditunda dan upacara pengambilan api Obor Olimpiade akan dilaksanakan tanpa penonton. REUTERS/Stoyan Nenov

    Seorang pria yang mengenakan masker saat mewabahnya virus corona melewati patung lambang Olimpiade di Tokyo, Jepang, 6 Maret 2020. Pesta olahraga terbesar di dunia ini berpotensi diundur hingga akhir tahun, sejumlah event ujicoba telah ditunda dan upacara pengambilan api Obor Olimpiade akan dilaksanakan tanpa penonton. REUTERS/Stoyan Nenov

    TEMPO.CO, Jakarta -  Perenang juara Olimpiade 2012 Cameron van der Burgh menceritakan pengalamannya untuk pulih dari virus corona. Dia menyatakan masih merasakan efek dari virus corona meskipun telah melewati masa-masa paling buruk.

    Van der Burgh menyatakan dirinya dinyatakan positif terjangkit virus corona sekitar dua pekan lalu. Meskipun memiliki kebugaran tubuh yang baik, dia menyatakan harus berjuang keras untuk pulih.

    "Saya telah berjuang dengan COVID-19 selama 14 hari ini," tulis atlet Afrika Selatan itu melalui Twitter seperti dikutip AFP, Senin 23 Maret 2020.

    "Sejauh ini adalah virus terburuk yang pernah saya alami meskipun sebagai individual yang sehat dengan paru-paru kuat (tidak merokok/olahraga), menjalani hidup sehat dan masih muda (paling kecil risikonya secara demografi)."

    Van der Burgh yang merupakan juara 100 m gaya dada Olimpiade 2012 dan mantan pemegang rekor dunia menyatakan masih bisa merasakan efek melemahkan dari virus corona. Bahkan, menurut dia, untuk berjalan saja dirinya merasa sangat lelah.

    "Meskipun gejala paling parah (demam esktrem) sudah mereda, saya masih berjuang dengan kelelahan serius dan sisa batuk yang tidak bisa saya hindari," tulis van der Burgh. "Aktivitas fisik seperti berjalan membuat saya lelah berjam-jam."

    Ia mengatakan tertular virus corona akan menjadi pukulan berat bagi atlet manapun. Apalagi jika si atlet tengah dalam persiapan menghadapi kompetisi.

    "Hilangnya pengondisian tubuh sangat besar dan hanya bisa dirasakan oleh atlet yang tertular COVID-19 karena mereka akan mengalami kerugian besar dari pengondisian yang dihasilkan melalui siklus latihan terakhir. Infeksi yang lebih dekat dengan kompetisi adalah yang terburuk."

    Karena itu, dia pun khawatir dengan keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang tak mau mengundur atau membatalkan Olimpiade Tokyo 2020. Menurut dia, para atlet yang akan berlaga di ajang tersebut akan sangat beresiko terjangkit virus corona.

    "Para atlet akan terus berlatih karena tidak ada klarifikasi mengenai Olimpiade musim panas dan dengan demikian mengekspos diri mereka pada risiko yang tidak perlu dan mereka yang tertular akan berusaha segera kembali berlatih yang kemungkinan besar meningkatkan/memperpanjang kerusakan/waktu pemulihan," tulisnya.

    "Tolong, jaga dirimu semuanya! Kesehatan yang utama, COVID-19 bukan candaan!"

    Selain medali emas di Olimpiade London 2012, Van der Burgh juga medali perak di Olimpiade 2016 di Rio de Janiero, Brasil. Dia memutuskan pensiun setelah memenangi medali emas pada kejuaraan dunia jarak pendek 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.