Ikuti Langkah Kanada, Australia Ancam Absen dari Olimpiade 2020

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peraih tiga kali medali emas Olimpiade, Tadahiro Nomura dan Saori Yoshida menyalakan api olimpiade dalam seremoni di pangkalan udara Matsushima, Jepang, 20 Maret 2020. Api olimpiade yang dibawa dengan tabung khusus dari Yunani itu dinyalakan di tengah keraguan terkait ketepatan waktu pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. REUTERS/Issei Kato

    Peraih tiga kali medali emas Olimpiade, Tadahiro Nomura dan Saori Yoshida menyalakan api olimpiade dalam seremoni di pangkalan udara Matsushima, Jepang, 20 Maret 2020. Api olimpiade yang dibawa dengan tabung khusus dari Yunani itu dinyalakan di tengah keraguan terkait ketepatan waktu pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Australia dikabarkan akan mengundurkan diri dari ajang Olimpiade 2020 jika Komite Olimpiade Internasional (IOC) berkeras tak mengundurkan ajang tersebut. Australia akan menjadi negara kedua yang mengancam mundur setelah sebelumnya Kanada sudah membuat pernyataan resmi.

    Media Inggris The Sun menyatakan bahwa Komite Olimpiade Australia telah meminta atletnya menghentikan semua latihan untuk menghadapi Olimpiade 2020 yang akan diselenggarakan di Tokyo. 

    Kepala Kontingen Australia untuk Olimpiade 2020, Ian Chesterman, menyatakan bahwa mereka telah memulangkan seluruh atlet mereka.

    "Atlet kami sekarnag harus memprioritaskan kesehatan mereka sendiri dan mereka yang berada di sekitarnya, dan juga untuk kembali ke keluarga mereka," kata Ian.

    "Atlet kami telah menunjukkan sikap luat biasa positif dengan berlatih dan mempersiapkan diri, tetapi stres dan ketidakpastian telah menjadi tantangan yang sangat sulit bagi mereka." 

    Sebelumnya Kanada mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan mereka tak akan mengikuti Olimpiade Tokyo 2020 jika ajang tersebut tetap berjalan sesuai jadwal.

    "Komite Olimpiade Kanada (COC) dan Komite Paralimpiade Kanada (CPC), didukung oleh Komisi Atlet mereka, Organisasi Olahraga Nasional (NOC) dan pemerintah Kanada, telah membuat keputusan sulit untuk tidak mengirim tim pada Olimpiade dan Paralimpiade musim panas 2020," kata COC dalam pernyataan, Minggu, 22 Maret 2020.

    Kanada meminta ajang tersebut diundur selama satu tahun dan menyatakan siap membantu untuk menjadwalkan ulang ajang tersebut.

    "Dukungan kami sepenuhnya dalam membantu menavigasi semua kerumitan yang diakibatkan oleh penjadwalan ulang Olimpiade. Sementara kami mengenali kompleksitas melekat di sekitar penundaan, tidak ada yang lebih penting dari kesehatan dan keselamatan atlet-atlet kami dan komunitas dunia," kata COC dan CPC.

    "Ini tidak hanya semata-mata tentang kesehatan atlet, ini tentang kesehatan publik. "Dengan COVID-19 dan risiko yang menyertainya, tidak aman bagi atlet kami, dan kesehatan serta keselamatan keluarga mereka dan komunitas warga Kanada yang lebih luas bagi atlet untuk melanjutkan latihan menuju Olimpiade ini."

    "Faktanya, itu bertentangan dengan saran kesehatan publik yang kami anjurkan untuk diikuti oleh semua warga Kanada."

    IOC sendiri berkeras tetap menggelar Olimpiade Tokyo 2020 ditengah wabah virus corona tanpa alasan yang jelas. Mereka hanya menyatakan bahwa masih banyak waktu untuk mempersiapkan diri menuju ajang yang akan digelar pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang tersebut.

    Sementara Indonesia tak memberikan sikap yang jelas soal nasib Olimpiade Tokyo 2020. Komite Olahraga Indonesia menyatakan akan mengikuti semua keputusan IOC dan Jepang sebagai negara penyelenggara.

    THE SUN| ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.