Eko Yuli Irawan Tak Keberatan Bila Olimpiade 2020 Diundur

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan lima lifter andalannya dapat tampil dalam Olimpiade 2020 Tokyo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan berlatih dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan lima lifter andalannya dapat tampil dalam Olimpiade 2020 Tokyo. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan mengaku tak keberatan jika penyelenggaraan Olimpiade 2020 harus diundur demi keselamatan para atlet di tengah kondisi pandemi virus corona (COVID-19).

    Namun, Eko tetap berharap situasi akan cepat kondusif sehingga pesta olahraga empat tahunan itu bisa digelar sesuai jadwal. Pun seandainya harus dijadwal ulang, pria 30 tahun itu berharap tidak diundur ke tahun depan.

    "Ya kalau bisa jangan sampai ditunda tahun depan," kata peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio itu saat dihubungi di Jakarta, Senin.

    Pasalnya, apabila Olimpiade diundur ke tahun depan, kata Eko, itu bisa mengacaukan event olahraga yang memang sudah terjadwal berlangsung di 2021.

    "(Kalau tahun depan) pasti bentrok sama persiapan kejuaraan yang ada di tahun depan pastinya," ujarnya.

    Meski nasib penyelenggaraan Olimpiade 2020 masih belum jelas, Eko mengaku dirinya masih tetap fokus latihan untuk persiapan menuju Tokyo dan merebut medali emas.

    Olimpiade Tokyo 2020 dijadwalkan bergulir pada 24 Juli sampai dengan 9 Agustus mendatang. Namun hingga kini, pandemi virus corona tak kunjung reda.

    Kondisi tersebut membuat sejumlah komite olahraga di sejumlah negara menyerukan agar Olimpiade Tokyo ditunda demi keselamatan dan kesehatan para atlet.

    Namun Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan panitia penyelenggara Tokyo 2020 masih berkeyakinan bahwa pesta olahraga terakbar di dunia itu bisa berlangsung sesuai jadwal.

    Sebagai respon terhadap seruan penundaan yang semakin kencang, IOC dan panitia penyelenggara Tokyo 2020 yang awalnya bersikeras bahwa Olimpiade 2020 akan tetap digelar sesuai jadwal, kini sepakat untuk mulai membicarakan skenario alternatif, termasuk skenario penundaan.

    "IOC berkoordinasi penuh dengan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo, pemerintah Jepang serta pemerintah wilayah Metropolitan Tokyo, memulai pembicaraan dengan peninjauan menyeluruh atas perkembangan situasi kesehatan di dunia, dampaknya terhadap Olimpiade Tokyo, termasuk skenario penundaan," demikian penyataan resmi IOC.

    Pembicaraan tersebut diperkirakan akan membuahkan hasil dalam kurun waktu empat pekan ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H