Alasan Indonesia Tidak Desak Penundaan Olimpiade 2020

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari menjelaskan dampak penyebaran virus corona untuk terhadap kualifikasi Olimpoade 2020, Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari menjelaskan dampak penyebaran virus corona untuk terhadap kualifikasi Olimpoade 2020, Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menjelaskan alasan tidak mendesak International Olympic Committee (IOC) menunda pelaksanaan Olimpiade 2020.

    Oktohari yang juga Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) menyebutkan hasil pembicaraan terakhir dengan Presiden IOC Thomas Bach bahwa Indonesia mendukung keputusan tetal menggelar kejuaraan itu pada 24 Juli-9 Agustus 2020.

    "Kita yakin IOC pasti memikir dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan atlet," ucap Oktohari kepada Tempo, Selasa, 24 Maret 2020.

    Menurut dia, IOC secara resmi belum mengeluarkan keputusan menunda meski Australia dan Kanada telah mengancam tidak mengirim kontingen ke Olimpiade Tokyo. Namun, kata Oktohari, sikap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang membuka peluang penundaan bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi IOC.

    Apapun keputusan IOC, ia mengatakan bakal mendukung karena Indonesia lagi berupaya mendapatkan kepercayaan untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

    "Kita tidak mau seperti Australia yang mengatakan tidak bakal mengirim atlet ke Jepang. Kita tidak mau menekan IOC supaya kita bisa menjaga hubungan baik antara IOC dengan Indonesia," kata Okto.

    Sikap terbaru yang dikeluarkan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) yakni memutuskan untuk menunda Olimpiade 2020 Tokyo karena pandemi virus corona, kata anggota IOC Dick Pound kepada USA Today seperti dikutip Reuters, Selasa.

    Negara-negara kekuatan olahraga penting seperti Australia dan Kanada sudah menyatakan tidak mengikuti Olimpiade Tokyo tahun ini. Hal itu membuat panitia penyelenggara berada di bawah tekanan besar untuk menunda ajang ini yang merupakan untuk pertama kalinya terjadi dalam 124 tahun sejarah Olimpiade.

    "Berdasarkan informasi IOC sudah memutuskan penundaan," kata Pound. "Parameter-parameter yang diajukan masih belum ditentukan, namun Olimpiade itu tidak akan dimulai pada 24 Juli, itu yang saya tahu."

    USA Today melaporkan bahwa Olimpiade yang sedianya digelar 24 Juli sampai 9 Agustus itu kemungkinan dimundurkan ke 2021 yang rinciannya tengah diselesaikan dalam empat pekan ke depan.

    Penundaan akan menjadi pukulan besar kepada negara penyelenggara, Jepang, yang sudah menggelontorkan dana investasi sebesar 12 miliar dolar AS (Rp 199 triliun), selain mempertaruhkan dana pihak sponsor dan pemilik hak siar.

    Namun keluhan besar dari para atlet yang sudah kepayahan berlatih karena gym, stadion dan kolam renang tutup di seluruh dunia, telah mengubah segalanya, selain akibat pembatalan sejumlah event besar olahraga.

    Lebih dari 337 ribu orang sudah terinfeksi virus cor0na baru di seluruh dunia dan sekitar 14.600 orang meninggal dunia akibat pandemi yang disebut Organisasi Kesehatan Dunia tengah kian cepat menyebar itu.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.