Pelatih Tunggal Putra Bulu Tangkis Hendry Saputra Berstatus PDP

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Logo Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih kepala tunggal putra bulu tangkis Hendry Saputra dinyatakan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 sebagaimana yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budiharto di Jakarta, Selasa.

    Dalam keterangan yang diterima Antara, Selasa, disebutkan bahwa Hendry merasakan gejala COVID-19 pada hari ketujuh isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung sepulang mengikuti turnamen All England Open di Birmingham, Inggris.

    "Memang betul, saat ini Hendry Saputra dinyatakan sebagai PDP dan masih harus mengikuti serangkaian uji COVID-19. Kami telah menerima laporan dari tim dokter bahwa Hendry tengah menunggu swab test untuk memastikan apakah positif atau tidak," kata Budiharto.

    Menyikapi hal ini, PP PBSI telah melakukan tindakan prosedural dengan mengisolasi semua orang yang memiliki riwayat kontak langsung dengan Hendry terhitung sejak ia menyampaikan keluhan seputar kondisi kesehatannya yang menurun. Selain itu, Pelatnas Cipayung Jakarta Timur kini benar-benar tertutup dan tidak ada arus keluar masuk.

    Pantauan tim dokter PBSI kepada tim All England pun semakin intens, masa isolasi mandiri tim All England juga diperpanjang hingga awal April.

    "Gejala awal yang disampaikan Coach Hendry itu dia merasa demam, lemas, mual, makanan tidak bisa masuk. Setelah dilakukan CT Scan, banyak flek di paru-paru kiri, sedangkan Coach Hendry tidak ada riwayat sakit paru sebelumnya. Untuk memastikan apakah terjangkit COVID-19, memang harus dilakukan swab test. Ini yang masih kami tunggu sampai sekarang," ujar dokter Octaviani, salah satu anggota tim dokter PBSI.

    PBSI juga akan melaporkan kasus ini kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) lewat Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI Bambang Roedyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.