Pelatih Hendry Saputra PDP Corona, Pelatnas PBSI Lockdown

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih tunggal putra Hendry Saputra disela-sela latihan untuk Piala Sudirman 2017 di Carrara Sport and Leisure Centre, Queensland, Australia, 21 Mei 2017. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pelatih tunggal putra Hendry Saputra disela-sela latihan untuk Piala Sudirman 2017 di Carrara Sport and Leisure Centre, Queensland, Australia, 21 Mei 2017. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus PBSI mengkonfirmasi bahwa Kepala Pelatih Tunggal Putra, Hendry Saputra, kini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Hendry merasakan gejala virus corona atau Covid-19 di hari ketujuh isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung sepulangnya dari Birmingham, Inggris. 
     
    Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, menyatakan bahwa PBSI telah melakukan tindakan sesuai prosedur berupa mengisolasi semua orang yang ada kontak langsung dengan Hendry terhitung sejak ia menyampaikan keluhan seputar kondisi kesehatannya menurun. Selain itu, Pelatnas Cipayung kini benar-benar tertutup dan tidak ada arus keluar masuk. 
     
    Pantauan tim dokter PBSI kepada tim All England pun semakin intens, masa isolasi mandiri tim All England juga diperpanjang hingga awal April. 
     
    "Memang betul, saat ini Hendry Saputra dinyatakan sebagai PDP dan masih harus mengikuti serangkaian test Covid-19. Kami telah menerima laporan dari tim dokter bahwa Hendry tengah menunggu swab test untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak," kata Budiharto melalui keterangan tertulis, Selasa, 21 Maret 2020. 
     
    Anggota tim dokter PBSI, dr. Octaviani mengatakan bahwa gejala awal yang disampaikan Coach Hendry yakni merasa demam, lemas, mual, makanan tidak bisa masuk. Tim medis, kata dia,  menemukan banyak flek di paru-paru kiri setelah dilakukan CT Scan, sedangkan Hendry tidak ada riwayat sakit paru sebelumnya. 
     
    "Untuk memastikan bahwa apakah terjangkit Covid-19, memang harus dilakukan swab test. Ini yang masih kami tunggu sampai sekarang," ujar Octaviani.
     
    PBSI juga akan melaporkan kasus ini kepada BWF (Badminton World Federation) lewat Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI, Bambang Roedyanto. 

    "Betul, akan kami laporkan ke BWF hari ini, karena Hendry merupakan salah satu dari anggota tim yang ke All England. Saat ini PBSI juga terus berusaha untuk menekan potensi penyebaran virus corona yang tengah mewabah di Indonesia, salah satunya dengan kebijakan menutup semua akses pelatnas," tutur Budiharto.
     
    Budiharto mengatakan, bahwa para pelatih yang tidak tinggal di asrama Pelatnas Cipayung, juga telah diinstruksikan untuk tidak datang ke Pelatnas Cipayung hingga akhir pekan ini. 
     
    Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Susy Susanti menyatakan bahwa sesi latihan di pelatnas tengah disesuaikan dengan kondisi saat ini.
     
    "Sampai hari ini latihan jalan terus tapi menyesuaikan dengan kondisi kesehatan atlet, hanya untuk jaga performa saja atau sifatnya bebas aktif. Jadwal latihan pun diatur agar tidak bersamaan, kami juga selalu mengimbau atlet untuk jaga jarak satu sama lain," kata Susy.
     
    Menyusul kasus PDP di Pelatnas Cipayung, kemarin PP PBSI sudah didatangi Sudinkes Jakarta Timur dan mendapat arahan mengenai bagaimana mengenali gejala serta penanganan pertama pasien terduga Covid-19. Pihak Sudinkes juga mendata siapa saja yang melakukan kontak dengan PDP dan tindakan apa yang harus dilakukan.
     
    Para pemain yang berangkat ke All England termasuk andalan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.