Olimpiade Tokyo 2020 Diundur, Juara Dunia Renang Puji IOC

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang asal Inggris, Adam Peaty setelah berhasil memecahkan rekor dunia pada pertandingan semifinal renang gaya bebas Olimpiade Rio di Olympic Aquatics Stadium, Rio de Janeiro, 7 Agustus 2016. AP/Lee Jin-man

    Perenang asal Inggris, Adam Peaty setelah berhasil memecahkan rekor dunia pada pertandingan semifinal renang gaya bebas Olimpiade Rio di Olympic Aquatics Stadium, Rio de Janeiro, 7 Agustus 2016. AP/Lee Jin-man

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara dunia renang asal Inggris, Adam Peaty, memuji keputusan untuk mengundur Olimpiade Tokyo 2020. Menurut dia, Komite Olimpiad Internasional (IOC) telah membuat keputusan yang tepat.

    Seperti dilansir laman The Sun, Peaty menyatakan bahwa mengundur Olimpiade Tokyo 2020 merupakan satu-satunya opsi yang dimiliki IOC saat ini. Pasalnya, jika Olimipade diteruskan, nyawa para atlet terancam baik saat berkompetisi maupun saat berlatih untuk mempersiapkan diri.

    Dia sendiri menyatakan merasakan kekhawatiran yang sangat besar untuk berlatih.
    "Ini adalah keputusan yang tepat - satu-satunya pilihan yang bisa dibuat saat ini. Ini adalah masalah hidup atau mati dan kita semua harus melakukan hal yang benar," kata Peaty.

    "Kami merasakan tekanan yang berat untuk berlatih, merasakan tekanan berat untuk berkompetisi karena Olimpiade akan digelar beberapa bulan lagi. Jika kami berlatih, kami harus pergi ke tempat latihan dan membuat banyak orang berada dalam resiko yang tinggi."

    Adam Peaty merupakan juara dunia renang nomor 50 meter dan 100 meter gaya dada. Dia pertama kali merebut gelar tersebut setelah memenangkan kejuaraan dunia pada 2015 di Kazan, Rusia, mengalahkan juara dunia terdahulu, Cameron van der Burgh. Dia juga bagian dari tim renang Inggris yang memenangkan gelar juara dunia dalam nomor 4 x 100 meter gaya ganti putra di ajang yang sama.

    Perenang berusia 25 tahun itu juga mencatatkan rekor dunia baru untuk nomor 50 meter pada kejuaraan tersebut. Dia membukukan catatan waktu 26,42 detik pada babak semifinal. Tiga medali emas tersebut membuat dia dinobatkan sebagai perenang pria terbaik di dunia pada 2015.

    Pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, Peaty mempersembahkan medali emas untuk tim Inggris di nomor 100 meter gaya dada. Pada partai final nomor itu, dia juga memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 57,13 detik.

    Setahun berselang, Peaty mempertahankan gelar juara dunia untuk nomor 50 dan 100 meter gaya dada. Pada Kejuaraan dunia di Budapest, Hungaria, tersebut dia juga memecahkan rekor dunia untuk nomor 50 meter atas namanya sendiri. Dia mencatatakan waktu 25,95 detik.

    Tahun lalu, pada Kejuaraan Dunia Renang di Gwangju, Korea Selatan, Adam Peaty kembali mempertahankan gelar juara dunia di dua nomor yang menjadi andalannya. Dia juga memecahkan rekor dunia nomor 100 meter gaya dada atas namanya sendiri dengan catatan waktu 56,88 detik.

    Dengan catatan rekor tersebut, Peaty pun diunggulkan untuk meraih medali emas di nomor 50 dan 100 meter gaya dada pada Olimpiade 2020. Namun, dia tampaknya harus menunggu satu tahun lagi untuk meraih emas pada dua Olimpiade beruntun.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.