Corona Meluas, Menpora Evaluasi Penyelenggaraan PON 2020

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Zainudin Amali kepada PSSI dan PT LIB untuk menghentikan sementara Liga 1 dan Liga 2.

    Menpora Zainudin Amali kepada PSSI dan PT LIB untuk menghentikan sementara Liga 1 dan Liga 2.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali mengatakan, pemerintah akan melakukan evaluasi rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional PON 2020 di Papua, menyusul semakin meluasnya penyebaran virus corona di Indonesia.

    "Untuk PON, kami akan mengevaluasi perkembangannya bulan depan. Pemerintah harus bicara dengan KONI Pusat dan KONI Daerah serta para pimpinan cabang olahraga untuk mengambil keputusan. Gak bisa diputuskan sepihak," ujar Amali saat dihubungi Tempo, Rabu, 25 Maret 2020.

    Menurut rencana, PON 2020 digelar 20 Oktober sampai 2 November di empat wilayah yaitu Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Marauke.

    Sementara persiapan-persiapan masih terus dilakukan, Pemerintah Provinsi Papua resmi menutup akses jalur penerbangan dan pelayaran ke Papua dari 26 Maret hingga 9 April 2020 untuk mencegah penyebaran virus Corona di Bumi Cendrawasih.

    Dalam hal ini, kata Amali, pemerintah tentu harus berhitung dan melakukan evaluasi dengan semakin meluasnya virus Corona. Sementara itu, kata dia,
    semua kompetisi di cabang olahraga sudah ditunda sejak 16 Maret lalu sampai dengan pemberitahuan selanjutnya.

    Sampai hari ini, Rabu, 25 Maret 2020, sudah ada 790 kasus positif COVID-19, 31 sembuh, dan 58 meninggal. Kasus paling banyak terjadi di DKI Jakarta. Sementara di Papua, tiga hari lalu baru diumumkan dua kasus pertama. Pemerintah provinsi kemudian menutup akses penerbangan dan pelayaran keluar masuk Papua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.