Dillian Whyte: Deontay Wilder Akan Dipermalukan Tyson Fury

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deontay Wilder saat penimbangan menjelang pertarungan melawan  Tyson Fury, Jumat, 21 Februari 2020. (boxingnews24.com)

    Deontay Wilder saat penimbangan menjelang pertarungan melawan Tyson Fury, Jumat, 21 Februari 2020. (boxingnews24.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara dunia tinju kelas berat WBC Dillian Whyte menyarankan Deontay Wilder membatalkan pertarungan ulangnya kontra Tyson Fury. Menurut Whyte, Wilder hanya akan mempermalukan dirinya sendiri setelah mengalami kekalahan dari Fury pada bulan lalu.

    Whyte yang seharusnya menantang Fury pada pertarungan gelar juara kelas berat WBC menilai Wilder tak seharusnya mengaktifkan klausa tarung ulang yang terdapat dalam kontraknya. Menurut dia, dalam dua laga sebelumnya terliht jelas Fury jauh lebih unggul dari Wilder.

    "Ya, saya kira itu (permintaan Wilder untuk tarung ulang) konyol karena dia kalah dalam pertarungan sebelumnya," kata Whyte dalam wawancara dengan Sky Sports. "Saya kira Tyson Fury jauh lebih baik dari Wilder dalam semua lini."

    Whyte juga menilai Wilder tak akan mengubah gaya bertarung yang telah dia gunakan dalam 12 hingga 15 tahun terakhir untuk menghadapi Fury. Wilder dikenal sebagai petinju agresif dan eksplosif dan gaya seperti itu terbukti gagal mengalahkan Fury dalam dua laga sebelumnya.

    "Apakah dia akan mengubah apa yang tak pernah dia ubah dalam 12 hingga 15 tahun? Tidak, dia tak akan mengubah apa pun."

    Whyte pun menilai Wilder bukanlah petinju yang memiliki teknik hebat. Menurut dia, selama ini Wilder selalu memenangkan pertandingan hanya karena dia memiliki kecepatan dan kemampuan mendaratkan pukulan di waktu yang tepat.

    Bahkan, menurut Whyte, pukulan Wilder tak sekuat apa yang selama ini dibicarakan orang.

    "Dia tak bisa melakukan jab, dia tak bisa bertahan. Keseimbangannya buruk, lehernya terlalu lemah dan pukulannya tak sekuat apa yang orang katakan."

    "Dia bisa membuat KO lawan hanya karena kecepatan dan timing yang tepat."

    Petinju kelahiran Jamaika namun berkebangsaan Inggris itu juga menyebut Wilder sebagai pengecut. Alasannya, Wilder tak pernah mau bertarung melawannya meskipun dia adalah penantang utama Wilder sejak 2017.

    "Sekarang anda tahu kenapa pengecut itu selalu lari dari saya selama ini. Saya merupakan penantang nomor 1 dirinya sejak 2017, tetapi dia tak pernah mau bertarung melawan saya, selalu menghidar dari hak yang saya miliki selama 900 hari."

    "Dia selalu berlindung di balik WBC dan memohon kepada mereka agar dia bertarung melawan petinju lain selain saya. Saya pasti akan bisa menghancurkannya dan dia tahu itu."

    Deontay Wilder mengaktifkan klausa tarung ulang melawan Tyson Fury setelah dirinya mengalami kekalahan pada bulan lalu. Tim Wilder melempar handuk putih pada ronde ketujuh setelah petinju asal Amerika Serikat tersebut kewalahan melawan Fury.

    Rencana pertarungan Tyson Fury vs Anthony Wilder III awalnya akan dilaksanakan pada Juli mendatang. Namun rencana itu diundur menjadi Oktober karena MGM Grand yang akan menjadi arena ajang tersebut ditutup akibat virus corona. Pertarungan pada Oktober pun belum tentu dilaksanakan karena pihak promotor menyatakan tak mungkin mengatur pertandingan secepat itu.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.