Mike Tyson Bicara tentang Mati dan Bisnis Ganjanya

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Tyson di tengah kebun ganja Tyson Ranch di California. (Instagram Tyson Ranch)

    Mike Tyson di tengah kebun ganja Tyson Ranch di California. (Instagram Tyson Ranch)

    TEMPO.CO, JakartaMike Tyson akhir-akhir ini selalu tampil tenang. Tidak terlihat gaya brangasan, yang jadi ciri khasnya ketika muda dulu. Belum lama ini, ia bicara soal kematian. 

    Menurut dia, dirinya semakin tidak peduli tentang kematian setelah dirinya hampir kehilangan nyawanya setiap berada di atas ring.

    "Saya tidak takut karena saya pikir kalau ada yang akan mati, aku akan melakukan pembunuhan itu. Bahwa kepercayaan diri adalah mekanisme bertahan hidup," katanya kepada The Sportsman, 16 Maret 2020.

    "Tapi sekarang, dari pengalaman saya, dari apa yang saya percaya, semakin aku tahu tentang tidak ada, lebih siap saya mati."

    Kesibukan lain Mike Tyson akhir-akhir ini adalah berladang ganja. Tyson memulai membuka bisnis ganja setelah tumbuhan tersebut dilegalkan untuk keperluan pengobatan dan rekreasi secara terbatas di California.

    Ia membuka taman hiburan seluas 164 hektar bernama “the Lollapalooza of cannabis”. Para penggemar ganja bisa menikmatinya sambil tetirah di resor mewah Tyson itu.

    Ia sendiri mengklaim bahwa dalam sebulan, dia menghasilkan hampir Rp 600 juta dari bisnis ganja. Tapi ketergantungannya pada ganja juga sangat tinggi.

    Mike Tyson semakin melaju dalam bisnis perkebunan ganja yang dirintisnya awal 2018. Kabar terbaru soal bisnis ganja, mantan juara tinju dunia kelas berat itu berencana membuka perkebunan lagi di Antigua dan Barbuda, negara pulau di Karibia.

    Sasaran utama Tyson membuka perkebunan ganja di sana adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar orang-orang Inggris. Ribuan turis Inggris setiap tahun mendatangi Antigua dan negara-negara sekitarnya di Karibia, sehingga Tyson menangkap itu sebagai pasar potensial. 

    FOX SPORT 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.