Tanggapan Papua Soal Wacana Penundaan PON 2020

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo dan Maskot PON 2020. (jubi.co.id)

    Logo dan Maskot PON 2020. (jubi.co.id)

    TEMPO.CO, Jakarta- Pemerintah Provinsi Papua masih menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo perihal rencana penundaan pelaksanaan PON 2020 terkait makin meluasnya penyebaran virus corona atau COVID-19.

    PON Papua dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober-2 November 2020. "Kalau kami prinsipnya menunggu kebijakan dari pemerintah pusat dalam hal ini presiden," kata Plt. Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Alexander Kapisa kepada Tempo, Kamis, 26 Maret 2020.

    Menurut dia, Pemda Papua masih menunggu hasil keputusan dari rencana Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, untuk memberikan keputusan menunda atau tetap sesuai jadwal. Ia menyebutkan bakal menunggu keputusan pemerintah pusat yang rencananya dikeluarkan pada Mei 2020.
    "Tentu kami pemerintah daerah bakal diajak untuk berdiskusi tentu kami akan sangat latuh, kami menunggu perintah dari pemerintah pusat melalui Pak Presiden," ungkap dia.

    Selai itu, kata Alexander proses pembangunan arena tetap berjalan meski ada pembatasan akses transportasi di Papua untuk mencegah penyebaran virus corona. "Pembangunan akan tetap jalan sampai material habis baru bakal terhenti dengan sendirinya karena pembatasan transportasi," ungkap dia.

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin sempat menyinggung potensi penundaan PON 2020 yang rencananya berlangsung di Papua kemungkinan besar ditunda karena adanya pandemi virus corona atau Covid-19. "Kemungkinannya sangat besar ditunda bila situasi corona masih mengancam Papua dan Indonesia," kata Ma'ruf dalam video conference di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Maret 2020. 

    IRSYAN HASYIM | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.