Jepang Tanya Siapa yang Bayar Penangguhan Olimpiade 2020?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cincin Olimpiade digambarkan di depan Komite Olimpiade Internasional (IOC) selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Lausanne, Swiss, 24 Maret 2020. REUTERS/Denis Balibouse

    Cincin Olimpiade digambarkan di depan Komite Olimpiade Internasional (IOC) selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Lausanne, Swiss, 24 Maret 2020. REUTERS/Denis Balibouse

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Komite penyelenggara Olimpiade 2020  2020 Yoshiro Mori berkata kepada federasi-federasi internasional bahwa menentukan siapa yang bertanggung jawab mengurusi tagihan akibat penundaan Olimpiade ke 2021 akan menjadi tantangan besar. Hal ini terungkap di  situs Olimpiad insidethegames.biz, Minggu, 29 Maret 2020, seperti dikutip Reuters.

    Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan penyelenggara Jepang pekan ini menunda perhelatan yang sedianya digelar pada 24 Juli-9 Agustus itu akibat pandemi virus corona yang merupakan pertama kalinya terjadi penundaan dalam 124 tahun sejarah Olimpiade.

    Jepang sudah menginvestasikan US$ 12 miliar  atau setara Rp 192,23 triliun untuk menyiapkan Olimpiade ini dan Presiden IOC Thomas Bach sudah mengingatkan beban biaya akan semakin tinggi lagi.

    "Beban ekstra bakal meningkat akibat penundaan ini adalah sudah pasti," tulis Mori dalam satu surat yang ditujukan kepada 33 federasi olah raga internasional yang menyiapkan program Olimpiade Tokyo. "Memutuskan siapa akan menanggung beban ini dan bagaimana itu diselesaikan akan menjadi sebuah tantangan yang besar."

    Mori juga mengeluarkan seruan bersama guna memesankan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 tahun depan dan menunjukkan bahwa manusia "memang melawan virus corona".

    Panitia penyelenggara Olimpiade 2020 meluncurkan sebuah gugus tugas guna mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan penundaan itu seperti pengkajian tanggal Olimpiade dan pengamanan arena.

    Olimpiade 2020 Tokyo adalah salah satu dari banyak perhelatan olah raga yang ditunda, dihentikan sementara atau dibatalkan karena virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.