KOI: Pandemi Corona Bikin Jadwal Olahraga Tahun Depan Super Padat

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari menjelaskan dampak penyebaran virus corona untuk terhadap kualifikasi Olimpoade 2020, Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari menjelaskan dampak penyebaran virus corona untuk terhadap kualifikasi Olimpoade 2020, Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa penyebaran virus corona atau Covid-19 telah membuat seluruh kompetisi olahraga di dunia, termasuk Indonesia, seakan berhenti bergulir.

    Oktohari yang juga Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) menyebutkan pandemi juga membuat para pemangku kebijakan kesulitan dalam menentukan perencanaan olahraga Indonesia, termasuk rencana partisipasi Merah Putih di Olimpiade Tokyo tahun depan.

    "Hari ini semua proses fokusnya masih ke (penanganan) COVID-19. Kita sadar dengan penundaan Olimpiade ini membuat agenda (olahraga) di 2021 bertumpuk. Kita harus koordinasi lebih intensif dengan Kemenpora membahas kaitannya terhadap anggaran," kata Oktohari dalam video conference, Senin, 30 Maret 2020.

    Ia menyebutkan bahwa KOI masih belum bisa memberikan jawaban pasti perihal dampak lebih jauh Covid-19 terhadap dunia olahraga. "Untuk Indonesia, masih sulit untuk membuat perencanaan karena kita masih dalam fase awal pandemi COVID-19 ini," ujar Oktohari.

    Penundaan Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun depan menjadi salah satu hal yang disoroti oleh Oktohari, sebab tahun 2021 akan menjadi tahun tersibuk bagi olahraga Tanah Air. Ia menyebutkan, selain Olimpiade, akan ada beberapa event olahraga lainnya yang bakal diikuti tim Indonesia pada 2021 mendatang, di antaranya Asian Youth Games, Asia Winter Games, Islamic Solidarity Games, dan SEA Games Vietnam.

    Namun, kondisi yang tidak pasti di tengah pandemi seperti ini, membuat KOI dan pemerintah harus menunggu hingga keadaan mereda. Fokus saat ini, menurutnya adalah bagaimana menghimpun dana untuk para pejuang Virus Corona dan pejuang olahraga Indonesia.

    "Sekarang kami sulit memberikan jawaban apapun karena kami tidak tahu kapan kondisi COVID-19 ini berakhir. Kita tidak tahu ujungnya ini kapan," kata Oktohari, yang juga Presiden Konfederasi Balap Sepeda Asia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.