BOPI Minta Olahraga Pro Disubsidi, Kemenpora: Jangan Memberatkan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bola Voli Proliga. (OB PBVSI)

    Ilustrasi Bola Voli Proliga. (OB PBVSI)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kemenpora tak setuju dengan usulan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang meminta Presiden membuat kebijakan subsidi bagi industri olahraga Tanah Air yang terdampak wabah corona.

    Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto dalam telekonferensi bersama media di Jakarta, Senin, 30 Naret 2020, menilai bahwa BOPI sebagai badan olahraga profesional seharusnya siap menghadapi serta mempertimbangkan risiko saat dihadapkan kondisi buruk seperti wabah virus corona ini.

    "Paket kebijakan stimulus itu ada tapi untuk menangani COVID-19. Tapi kalau untuk industri olahraga, khususnya olahraga profesional seharusnya justru jangan memberatkan (pemerintah)," ujar Gatot.

    "Mereka tidak perlu dapat subsidi bantuan pemerintah, karena seharusnya sebagai profesional bisa mempertimbangkan risiko terburuk. BOPI harusnya memikirkan itu," katanya menambahkan.

    Sebelumnya, Ketua BOPI Richard Sambera mengusulkan pemerintah bisa membuat kebijakan bagi industri olahraga, terlebih banyak kompetisi olahraga profesional terhenti akibat kondisi pandemi COVID-19.

    Virus corona memang telah membuat sejumlah kompetisi seperti Liga 1 dan Liga 2 Indonesia, Liga Basket Indonesia (IBL) harus terhenti sementara waktu. Bahkan kompetisi bola voli paling bergengsi di Indonesia Proliga 2020 telah memutuskan untuk menghentikan kompetisi mereka akibat kekhawatiran pandemi COVID-19 yang tak kunjung mereda.

    Kondisi tersebut dinilai Richard amat merugikan beberapa pihak, termasuk para pemain, operator kompetisi, sponsor dan pemangku kebijakan lainnya.

    "Karena kompetisi olahraga ini juga lintas kementerian dan lembaga, maka perlu kebijakan dari presiden juga," kata Richard beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.