Virus Corona Belum Mereda, Atlet DKI Desak PON Papua 2020 Diundur

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo menggigit medali setelah memenangi nomor Wushu Gunshu Putra SEA Games ke-30 di gedung World Trade Center Manila, Filipina, Selasa, 3 Desember 2019. Edgar Xavier Marvelo berhasil meraih nilai tertinggi 9,68 sehingga berhak medali emas. ANTARA

    Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo menggigit medali setelah memenangi nomor Wushu Gunshu Putra SEA Games ke-30 di gedung World Trade Center Manila, Filipina, Selasa, 3 Desember 2019. Edgar Xavier Marvelo berhasil meraih nilai tertinggi 9,68 sehingga berhak medali emas. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet Wushu DKI Jakarta, Edgar Xavier Mavelo, mendesak pergelaran PON Papua 2020 diundur jika pandemi virus corona belum juga usai. Pewushu yang mempersembahkan dua medali emas di ajang SEA Games 2019 Filipina tersebut mengatakan bahwa wabah virus corona telah membuat persiapan atlet terganggu.

    “Sebenarnya sih (PON) lebih baik ditunda, mengingat kemarin PON hampir dibilang enggak jadi karena kurang persiapan infrastruktur tapi ternyata jadi. Terus sekarang ada pandemi virus corona ini para atlet di seluruh Indonesia juga melakukan social distancing dan berada di rumah. Jadi nggak latihan kan, kemungkinan ini (wabah corona) juga bisa lama,” kata Edgar saat dihubungi, Senin 30 Maret 2020.

    Edgar mengaku harus melakukan persiapan kembali setelah wabah corona selesai. Atas alasan itu pula dirinya mengatakan bahwa para atlet akan minim persiapan jika PON 2020 di Papua diselenggarakan sesuai jadwal.

    “Persiapan kami tertunda, yang sudah kami mulai jadi ke tahap awal lagi nanti setelah pandemi ini selesai. Menurut saya kalau PON masih tetap akan diadakan bulan Oktober, pasti akan banyak atlet yang belum siap,” ungkapnya.

    Edgar juga menyampaikan bahwa wabah virus corona akan mengganggu persiapan PON Papua 2020, mengingat pesta olahraga akbar Olimpiade juga tepaksa ditangguhkan hingga tahun depan.

    “Untuk persiapan sebuah event, tragedi seperti ini bisa mengganggu kesiapan (PON). Event sebesar Olimpiade saja ditunda, kalo semisal (PON) tetap dilanjutkan menurut saya terlalu egois,” tambahnya.

    Kini Edgar pun menyatakan bahwa dirinya sedang menjalani masa isolasi diri sambil tetap melakukan latihan ringan yang diberikan sang pelatih demi menjaga kebugaran.

    PON 2020 yang akan dilaksanakan di Papua rencananya akan digelar pada 20 Oktober hingga 2 November mendatang. Papua sebagai penyelenggara sempat meminta ajang ini diundur karena mereka masih belum dapat menyelesaikan pembangunan sejumlah infrastruktur dan juga pengadaan peralatan perlombaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.