Kasus Doping: Andrea Iannone Diskors 18 Bulan, Aprilia Protes

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Repsol Honda Marc Marquez (kiri) berselebrasi dengan pembalap Suzuki Ecstar Andrea Iannone di atas podium MotoGP Aragon Alcaniz, Spanyol, Ahad, 23 September 2018. Pebalap Ducati yang memulai balapan dari posisi terdepan, Jorge Lorenzo, kecelakaan di tikungan pertama. REUTERS /Heino Kalis

    Pembalap Repsol Honda Marc Marquez (kiri) berselebrasi dengan pembalap Suzuki Ecstar Andrea Iannone di atas podium MotoGP Aragon Alcaniz, Spanyol, Ahad, 23 September 2018. Pebalap Ducati yang memulai balapan dari posisi terdepan, Jorge Lorenzo, kecelakaan di tikungan pertama. REUTERS /Heino Kalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap tim MotoGP Aprilia, Andrea Iannone, dihukum tidak boleh tampil di sirkuit selama 18 bulan karena terbukti doping. Hukuman Federasi sepeda motor internasional FIM itu mengundang protes bos tim Aprilia Racing, Massimo Rivola.

    FIM lewat pernyataan resminya mengungkapkan bahwa pembalap tim Aprilia itu terbukti positif menggunakan zat terlarang berupa steroid Drostanolone ketika Grand Prix Malaysia di Sepang.

    Pembalap berusia 30 tahun itu bersikeras mengaku tak menyalahi aturan dengan menyebut substansi terlarang itu masuk ke tubuhnya lewat daging yang terkontaminasi.

    "Para juri menyadari keyakinan Andrea dan ketidaktahuan dia terkait substansi yang dimaksud, mengakui argumen kontaminasi makanan," kata CEO Aprilia Rivola yang menyebut hukuman itu konyol.

    "Karena alasan ini, hukuman yang dijatuhkan tak masuk akal."

    "Mengingat motivasi yang ditulis sendiri oleh para juri, Andrea seharusnya diputus tidak bersalah, seperti yang selalu menimpa atlet yang terkontaminasi, tapi situasi ini memberi harapan besar kepada kami untuk melakukan banding yang kami harap akan sangat cepat," kata Rivola.

    "Kami ingin Andrea kembali di atas RS-GP. Kami akan mendampinginya hingga masalah ini selesai dan kami akan mendukungnya dalam banding."

    Iannone, yang dijuluki "the Maniac", bergabung dengan Aprilia pada 2018 namun kesulitan mengimbangi penampilan rekan satu timnya Aleix Espargaro musim lalu.

    Juara Grand Prix Austria 2016 itu akan selesai kontraknya dengan Aprilia akhir tahun ini sementara keputusan FIM itu juga mendiskualifikasi hasil finis sang pembalap di Malaysia dan Valencia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.