Pelatnas Dayung Tetap Berlanjut Meski Olimpiade 2020 Diundur 2021

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet dayung Indonesia Anwar Tarra (kiri) dan Yuda Firmansyah melakukan selebrasi saat memasuki garis finish dalam final kano 1000 meter double putra SEA Games 2019 di Malawaan Park, Subic Bay, Filipina, Jumat, 6 Desember 2019. Anwar Tarra dan Yuda berhasil meraih medali emas setelah mencatatkan waktu tiga menit 52,01 detik.  ANTARA

    Atlet dayung Indonesia Anwar Tarra (kiri) dan Yuda Firmansyah melakukan selebrasi saat memasuki garis finish dalam final kano 1000 meter double putra SEA Games 2019 di Malawaan Park, Subic Bay, Filipina, Jumat, 6 Desember 2019. Anwar Tarra dan Yuda berhasil meraih medali emas setelah mencatatkan waktu tiga menit 52,01 detik. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) tetap melanjutkan pelatnas yang telah berjalan sejak 1 Januari lalu meski Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah memutuskan Olimpiade Tokyo 2020 diundur tahun depan.

    Wakil Ketua Umum PB PODSI, Budiman Setiawan, menjelaskan pelatnas diikuti 16 atlet yang terdiri dari 8 atlet dayung dan 8 atlet kano. "Dipusatkan di Jatiluhur dan Cikole. Sementara, kami pusatkan dulu di Jatiluhur untuk memudahkan pengendalian," kata Budiman dalam video conference bersama Komite Olimpiade Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jumat, 3 April 2020.

    Dalam kesempatan itu, Budiman menyampaikan bahwa model pelatnas dengan membagi sebagian atlet ke Situ Cileunca, Pangalengan, tidak bisa lagi diterapkan lantaran penyebaran virus corona atau Covid-19 yang makin meluas.

    Ia menambahkan, pelatnas tetap dalam pengawasan tim medis PODSI yang dipimpin oleh dokter Heni. "Kani juga melakukan pengawasan kesehatan dengan menjaga kebersihan dan prosedur yang disarankan pemerintah," kata Budiman.

    Budiman juga menyampaikan harapannya agar batas waktu revisi anggaran pelatnas, yakni 15 April 2020, diundur. Sebelumnya, Kemenpora telah membagikan edaran ke cabang olahraga meminta revisi anggaran pelatnas akibat dampak penyebaran virus corona bisa disesuaikan dengan informasi jadwal kejuaraan internasional pada pertengan Mei mendatang. Ia berkomitmen melakukan efisiensi dana yang telah diterima oleh federasi.

    "Hasil komunikasi kami dengan international federation dan tuan rumah kualifikasi olimpiade (Thailand) untuk kano, akan di-reschedule bulan Desember tahun ini juga," kata dia. Pihaknya juga masih menunggu keputusan kualifikasi olimpiade untuk nomor dayung.

    "Rowing belum ada gambaran apakah tahun ini atau tahun depan," kata dia.

    Meski olimpiade diundur, Budiman menambahkan, akan ada agenda kejuaraan internasional untuk dayung dan kano jika penyebaran virus corona sudah bisa dikendalikan. "Hal itu belum diputuskan, perkembangan akan kami laporkan secara berkala kepada KOI dan Kemenpora," ujarnya.

    Ia melanjutkan, pelatnas dayung akan tetap dilaksanakan karena ada kejuraan Asian Beach Games pada November 2020.

    Sekretarus Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan kesempatan kepada cabang olahraga untuk memundurkan batas waktu revisi anggaran setelah 15 April. "Soal batas waktu 15 April, sudah dikomunikasi dengan Deputi 4, kami toleransi sampai pertengahan bulan Mei. Surat susulan akan kami berikan kepada cabor-cabor, jadi tidak memaksakan kalau event belum ada," kata dia.

    Sebelumnya, Kemenpora menerbitkan surat edaran pada 2 April 2020 yang ditandatangi oleh Gatot. Dalam surat itu Kemenpora mengimbau induk organisasi cabang olahraga mengajukan efisiensi anggaran pelatnas karena pemerintah bakal melakukan realokasi anggaran dalam rangka pengendalian penyebaran virus corona

    IRSYAN HASYIM 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.