Kemenpora Minta Efisiensi Dana Pelatnas Olimpiade 2020

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengenakan masker saat berjalan di depan logo Olimpiade di area tepi pantai di Taman Laut Odaiba di Tokyo, Jepang, 27 Februari 2020. Olimpiade 2020 diklaim akan digelar paling lambat pada pertengahan 2021. REUTERS/Athit Perawongmetha/File Photo

    Warga mengenakan masker saat berjalan di depan logo Olimpiade di area tepi pantai di Taman Laut Odaiba di Tokyo, Jepang, 27 Februari 2020. Olimpiade 2020 diklaim akan digelar paling lambat pada pertengahan 2021. REUTERS/Athit Perawongmetha/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemenpora memperpanjang batas waktu pengumpulan revisi program dan anggaran Pelatnas Olimpiade 2020 menjadi 17 Mei 2020.

    Awalnya Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto meminta induk organisasi cabang olahraga menyerahkan revisinya pada 15 April 2020 sebagai upaya untuk melakukan efiesiensi anggaran karena dana pemerintah difokuskan untuk pencegahan virus corona.

    Namun beberapa cabang olahraga meminta pengunduran waktu penyerahan laporan revisi dalam rapat koordinasi bersama Komite Olahraga Indonesia (KOI) melalui video coference pada Jumat, 3 April 2020.

    Cabang olahraga itu antara lain atletik, panjat tebing, bulu tangkis, dan karake. Mereka beralasan jadwal kualifikasi olimpiade dari masing-masing federasi internasional baru mengumumkan jadwal pada Mei mendatang.

    "Kami akan memberi toleransi karena kami paham event-event belum semuanya terkoordinasi," kata Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto dalam rapat koordinasi itu.

    Bagi cabang olahraga yang belum menerima dana pelatnas Olimpiade, Kemenpora meminta agar segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman tanpa seremonial seperti sebelumnya.

    Kemenpora telah mengucurkan dana pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 sebesar Rp161,5 miliar, dengan rincian Rp86,2 miliar untuk cabang olahraga, sedangkan Rp75,3 miliar untuk Komite Paralimpiade Indonesia (NPC).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.