Olimpiade 2020 Diundur, KOI: Persiapaan Atlet Harus Lebih Matang

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putra Indonesia anggota tim Olimpiade 2016, Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan (kanan) beristirahat seusai latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, 20 Juli 2016. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Pebulu tangkis ganda putra Indonesia anggota tim Olimpiade 2016, Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan (kanan) beristirahat seusai latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, 20 Juli 2016. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Olimpiade 2020 Tokyo ditunda hingga Juli 2021. “Mudah-mudahan ini sebuah keuntungan. Ada beberapa nomor belum selesai kualifikasi. Penundaan Olimpiade ini membuka peluang menambah atlet lolos ke Olimpiade," kata Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dalam video conference, Jumat, 3 April 2020.

    "Induk organisasi olahraga harus komunikasi intens dengan federasi internasional masing-masing untuk mengetahui kapan jadwal terbaru kualifikasi,” kata dia.

    Ia berharap semua induk cabang olahraga bisa mengambil sisi positif dari penundaan Olimpiade. “Penundaan ini memberikan peluang untuk memperbaiki prestasi dan performa. Jadi, bisa lebih mempersiapkan diri,” ujarnya.

    Sebanyak 17 cabang olahraga sedang mengikuti Pelatnas Olimpiade Tokyo 2020.

    Anggaran menjadi perhatian utama. Dana untuk Pelatnas Olimpiade sebesar 70 persen sudah digelontorkan Kemenpora kepada cabang olahraga.

    Dengan adanya penundaan Olimpiade, otomatis cabor mesti merevisi alokasi dana sesuai permintaan Kemenpora.

    Raja Sapta Oktohari mengelar rapat koordinasi bersama cabang olahraga dan Kemenpora melalui video conference.

     "Terkait mundurnya Olimpiade, ada konsekuensi yang muncul, terutama soal anggaran. Penganggaran seperti apa terkait program latihan yang berubah,” ujar Oktohari yang juga Ketua Umum Ikatan Sports Sepeda Indonesia (ISSI).

    Kemenpora meminta induk organisasi cabang olahraga yang sudah menerima dana untuk menyerahkan revisinya paling lambat 17 Mei mendatang.

    Oktohari mengatakan, konsekuensi lain dari penundaan Olimpiade Tokyo 2020 yakni program latihan atlet.

    KOI, kata dia meminta 17 cabang olahraga memaksimalkan waktu yang ada untuk menyiapkan atlet agar lebih matang.

    Ia juga menuturkan bahwa organisasi cabang olahraga harus mewaspadai pandemi virus corona. Oktohari meminta supaya protokol keolahragaan dan himbauan dari pemerintah dilaksanakan bagi cabang olahraga yang tetap melaksanakan Pelatnas maupun latihan dari daerah atlet masing-masing.

    “Melihat kondisi dan masa karantina ini, program latihan harus disesuaikan. Sehingga, kualitas atlet yang dijagokan mendulang prestasi di Olimpiade tidak berkurang,” kata dia.

    Kemenpora telah mengucurkan dana Pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 sebesar Rp161,5 miliar, dengan rincian Rp86,2 miliar untuk cabang olahraga, sedangkan Rp75,3 miliar untuk Komite Paralimpiade Indonesia (NPC). 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.