Seluruh Lifter Thailand dan Malaysia Dilarang Ikut Olimpiade

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Olimpiade 2020 dan Paralimpic 2020. (bbc)

    Logo Olimpiade 2020 dan Paralimpic 2020. (bbc)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seluruh atlet angkat besi Thailand dan Malaysia dilarang ikut Olimpiade Tokyo setelah federasi angkat besi dunia, IWF, menemukan kasus doping di antara atlet kedua negara tersebut.

    IWF melarang atlet kedua negara tersebut berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo, bahkan setelah terjadi perubahan jadwal atas pesta olahraga akbar empat tahunan itu, demikian dilansir laman resmi IWF, Sabtu malam.

    IWF juga menjatuhkan denda senilai US$ 200 ribu kepada federasi angkat besi Thailand, TAWA, yang sebelumnya secara sukarela juga sudah absen dari berbagai ajang internasional termasuk Olimpiade Tokyo karena temuan doping tersebut.

    Kendati demikian, TAWA dan federasi angkat besi Malaysia MWF masih diberi kesempatan untuk mengajukan gugatan banding atas hukuman tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam waktu 21 hari ke depan.

    Delapan lifter Thailand termasuk dua juara bertahan Olimpiade ditemukan positif menggunakan zat terlarang pada Kejuaraan Dunia tahun lalu.

    Hukuman IWF terhadap Thailand berlaku selama tiga tahun dan akan ditinjau ulang pada 7 Maret 2022 jika TAWA bisa memperlihatkan perubahan menyesuaikan regulasi.

    Sedangkan bagi angkat besi Malaysia, hukuman larangan tampil berlaku selama satu tahun dan akan ditinjau ulang pada 1 Oktober 2020.

    Sebelumnya, seluruh pimpinan TAWA mengundurkan diri kurang dari sebulan setelah dugaan penyalahgunaan doping terhadap lifter usia junior yang muncul dalam serial dokumenter di televisi Jerman.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.