KONI Sulsel Berharap Pelaksanaan PON 2020 Papua Ditunda

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kangpo dan Drawa,. dua maskot PON 2020 Papua yang diluncurkan di Jakarta pada Rabu 20 November 2019. (Antara)

    Kangpo dan Drawa,. dua maskot PON 2020 Papua yang diluncurkan di Jakarta pada Rabu 20 November 2019. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan keputusan terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON 2020 Papua kepada Pemerintah Provinsi Papua sebagai pelaksana. Juru bicara KONI Sulsel, Dahlan Abubakar mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai Ketua Pengurus Besar PON yang paling mengetahui kondisi daerah perihal dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

    "Kalau tuan rumah ingin penundaan, kita tidak bisa paksakan karena mereka yang tahu kondisi di sana, jangan memaksakan diri. Papua lah yang lebih tahu," kata Dahlan saat dibubungi Tempo, Kamis, 16 April 2020.

    Terkait dengan mekanisme perubahan jadwal pelaksanaan, menurut Dahlan, harusnya menjadi usulan dari KONI Daerah, KONI Pusat, dan PB PON. "Kalau sudah ada rapat itu baru kami ajukan ke pemerintah dalam hal ini presiden, seperti apa menghadapi PON melihat kondisi darurat kesehatan," ujar dia.

    KONI Sulsel, kata dia, sepakat apabila Pemprov Papua setuju menunda penyelenggaraannya. Ia mengatakan persiapan atlet tidak bakal maksimal jika tetap berlangsung sesuai agenda, yaitu Oktober mendatang.

    "Kita berhitung saja, bulan ini April, kalau misalnya virus ini berhenti sampai Juli, itu tinggal tiga bulan. Itu terlalu sempit bagi setiap daerah mempersiapkan diri," ujar Dahlan.

    Meski KONI Sulsel berharap PON 2020 ditunda, Dahlan mengatakan, daerahnya tetap siap jika dilangsungkan sesuai jadwal meski waktu latihan atlet singkat. "Bagaimana pintar-pintar setiap KONI melaksanakan latihan. Kami harapkan setiap atlet tetap berlatih dan mengikuti protokol kesehatan," ujar dia.

    Menurut Dahlan, KONI Sulsel telah menerapkan latihan mandiri. Seluruh atlet diinstruksikan tetap berlatih selama masa pandemi virus corona.

    Ia mengatakan sudah ada 25 cabang olahraga yang mempresentasikan skema latihan dari rumah sejak 17 Maret lalu. "Dari 27 cabang olahraga yang bakal dikirim ke Papua, ada dua yang tidak ikut yakni futsal dan panjat tebing. Itu yang belum presentasi bagaimana skema latihan," kata dia," katanya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.