IOC: Penundaan Olimpiade Akan Bantu Pemulihan Ekonomi Jepang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cincin Olimpiade digambarkan di depan Komite Olimpiade Internasional (IOC) selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Lausanne, Swiss, 24 Maret 2020. REUTERS/Denis Balibouse

    Cincin Olimpiade digambarkan di depan Komite Olimpiade Internasional (IOC) selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Lausanne, Swiss, 24 Maret 2020. REUTERS/Denis Balibouse

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Koordinasi Komite Olimpiade Internasional (IOC) John Coates meyakini penundaan Olimpiade Tokyo ke tahun depan bakal membantu pemulihan ekonomi Jepang pada 2021.

    Menurut Coates, ada kemungkinan Jepang sebagaimana belahan dunia lain bakal mengalami dampak pelambatan ekonomi akibat pandemi virus corona yang saat ini tengah berlangsung, sehingga Olimpiade Tokyo bakal membantu negara itu pulih lebih cepat.

    "Tahun depan, 2021, jika Jepang seperti bagian dunia lainnya akan mengalami perlambatan ekonomi, bahkan mungkin resesi, tetapi Olimpiade bakal menghadirkan kesempatan positif sebagai stimulus ekonomi," kata Coates dilansir Reuters, Kamis.

    "Olimpiade bakal menjadi pemantik kebangkitan ekonomi. Mendorong industri pariwisata, kesempatan bagi pengelola hotel dan industri penerbangannya," ujarnya menambahkan.

    Coates melontarkan pujian kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang mengambil keputusan menunda Olimpiade Tokyo disertai peninjauan cermat.

    "Saya pikir PM Abe seorang yang cerdas dan saya yakin ketika ia mengajukan penundaan Olimpiade Tokyo ke IOC... ia sudah mempertimbangkannya sebagai stimulus ekonomi bagi Tokyo dan Jepang yang mungkin akan mengalami perlambatan," katanya.

    "Saya pikir akan ada banyak negara dan kota di seluruh dunia yang berharap mendapat kesempatan serupa," ujar pejabat IOC ini lagi.

    Jepang saat ini tengah mempersiapkan pemberlakuan kondisi darurat nasional, tidak hanya di kota-kota besar, sebagai upaya memerangi persebaran COVID-19. Data WHO mencatat hingga 15 April terdapat 8.100 orang positif tertular COVID-19 dan 119 korban jiwa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.