Kenang Budiman Bersama Lukman Niode di Asian Games 1982

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim renang Indonesia dari kiri, Lukman Niode, Wirman Sugriat, Daniel A. Budiman dan Sabeni Sudiono, seusai mendapatkan medali kejuaraan renang kategori 4x 100 m ganti estafet putra Asian Games X di Seoul, Korea Selatan, 1986. Dok. TEMPO/Rudy Novrianto

    Tim renang Indonesia dari kiri, Lukman Niode, Wirman Sugriat, Daniel A. Budiman dan Sabeni Sudiono, seusai mendapatkan medali kejuaraan renang kategori 4x 100 m ganti estafet putra Asian Games X di Seoul, Korea Selatan, 1986. Dok. TEMPO/Rudy Novrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Budiman Setiawan mengenang Lukman Niode sebagai perenang andalan Indonesia untuk nomor gaya punggung. Menurut Budiman, Lukman adalah atlet renang tak terkalahkan di level Asia Tenggara pada era 1980-an.

    "Itu kelebihan Lukman. Gaya bebas dia juga bagus, gaya bebas nomor pendek. Spesialisasinya gaya punggung, atlet Indonesia jarang yang gaya punggung," kata Budiman, saat dihubungi Tempo, Jumat, 17 April 2020.

    Mantan atlet renang nasional itu meninggal hari ini, Jumat, 17 April 2020. Dia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pelni, Jakarta, pukul 12.58 WIB.

    Budiman dan Lukman pernah bersama-sama menjadi kontingen Asian Games 1982 di New Delhi, India. Saat itu, sebelum tampil di ajang tersebut, Lukman dan atlet renang lainnya menjalani pelatnas di Amerika Serikat. Sementara, Budiman dan tim dayung berlatih di Indonesia.

    "Kami pelatnas tidak bareng. Kalau atlet dayung bersama rombongan terbang dari Jakarta. Dia dari Amerika terbang ke New Delhi," kata dia.

    Lukman bersama tim renang kala itu berhasil menyumbang medali perunggu di nomor estafet gaya ganti. "Waktu itu malah kami tidak dapat medali, saat itu dayung pertama kali ikut turnamen internasional di Asian Games 1982," tuturnya.

    Budiman menambahkan, Lukman mempunyai bakat sebagai atlet dari keluarganya. "Keluarga Niode itu memang keluarga perenang. Kakaknya, Idrus Niode juga perenang gaya punggung sebelumnya," dia menjelaskan.

    Ketika pensiun sebagai atlet, Budiman mengaku lebih sering berinteraksi dengan Lukman, Salah satunya karena sama-sama bergabung di organisasi Ikatan Atlet Nasional Indonesia yang diketuai oleh Icuk Sugiarto. Interaksi tambah intens setelah ia aktif di PODSI dan Lukman menjadi pengurus Satua Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

    Selain itu, Lukman juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi di Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) pada saat ketua umumnya dipegang oleh Purnomo Yusgiantoro.

    "Kami berkawan dan memang bergaul serta sering main bareng," ucap Budiman.

    Budiman menyebut kesibukan terakhir Lukman Niode adalah menjadi mengurus persiapan PON 2020 Papua. Aktivitas itu terkait dengan jabatannya sebagai Wakil IV Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) Pusat. "Kami sempat bareng ke Papua, dia ikut ngurus PON juga," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.