Humas Kemenpora Raih Penghargaan di PRIA 2020

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Humas dan Hukum Kempora Sanusi didampingi Kepala Bagian Humas Isa Anshary, serta Kepala Bagian Sisinfo Bustiana menyaksikan pengumuman pemenang PRIA 2020 di Kantor Kempora, Jakarta, Senin (20/4/2020). ( Foto: kemenpora.go.id )

    Kepala Biro Humas dan Hukum Kempora Sanusi didampingi Kepala Bagian Humas Isa Anshary, serta Kepala Bagian Sisinfo Bustiana menyaksikan pengumuman pemenang PRIA 2020 di Kantor Kempora, Jakarta, Senin (20/4/2020). ( Foto: kemenpora.go.id )

    INFO SPORT  Humas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berhasil meraih penghargaan Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2020 sebagai Bronze Winner untuk sub-kategori Media Sosial, pada Senin, 20 April 2020.

    Ajang ini diselenggarakan oleh PR Indonesia Magazine melalui saluran Youtube secara langsung karena adanya pandemi Covid-19.

    PRIA 2020 menerima sekitar 543 entri dan melibatkan setidaknya 13 orang juri dari kalangan praktisi dan ahli humas, jurnalis, serta akademisi.

    Penghargaan ini diapresiasi oleh Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, karena ini menandakan pesan Menpora Zainudin Amali dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat. “Ini sangat positif, artinya ke depan ini harus ditingkatkan lagi kinerjanya. Paling penting lagi, melalui media sosial, kami bisa menyampaikan pesan Pak Menpora,” ujar Gatot di Jakarta, pada Senin lalu.

    Adapun Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora, Sanusi berharap ke depannya Kempora dapat bersinar di kategori lainnya. “Saya harap ini bisa jadi cambuk ke depannya untuk meningkatkan kualitas. Ke depan, untuk kategori lain seperti website dan lainnya kita bisa meraih prestasi,” katanya.

    Sementara itu, Founder & CEO PR Indonesia, Asmono Wikan mengucapkan, “selamat kepada para pemenang, dan yang telah berpartisipasi atas penyelenggaraan PRIA.” (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.