5 Pertimbangan Jokowi Saat Putuskan Tunda PON Papua

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan venue Aquatic PON  XX Papua di Kampung Harapan, Sentani, Jayapura, Papua, Kamis 30 Januari 2020. Kementerian PUPR menargetkan pembangunan keempat arena olah raga yakni aquatic, hoki, kriket dan istora Papua Bangkit akan selesai pada juni 2020 guna mendukung pelaksanaan PON XX di Provinsi Papua. ANTARA FOTO/Gusti Tanati

    Pekerja menyelesaikan pembangunan venue Aquatic PON XX Papua di Kampung Harapan, Sentani, Jayapura, Papua, Kamis 30 Januari 2020. Kementerian PUPR menargetkan pembangunan keempat arena olah raga yakni aquatic, hoki, kriket dan istora Papua Bangkit akan selesai pada juni 2020 guna mendukung pelaksanaan PON XX di Provinsi Papua. ANTARA FOTO/Gusti Tanati

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah resmi menunda pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional atau PON 2020 Papua. Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali menyebutkan bahwa penundaan dilakukan selama setahun dari Oktober 2020 menjadi Oktober 2021.

    "Tadi jam 09.30, saya sudah mengikuti rapat kabinet terbatas yang dipimpin langsung oleh bapak presiden dengan agenda tunggal pembahasan tentang kelanjutan pelaksanaan pekan Olahraga Nasional yang ke-20 di Papua, yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2020 ini," kata dia dalam konferensi pers, Kamis, 23 April 2020.

    Keputusan itu diambil Presiden Jokowi, kata Zainudin, setelah mendapatkan masukan dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy serta dirinya selaku Menpora.

    Menteri Kelahiran Gorontalo itu menyebutkan terdapat lima bahan pertimbangan yang menjadi dasar penundaan PON Papua 2020. "Pertama tentang kondisi venue, pekerjaan-pekerjaan baik yang sudah selesai maupun yang belum selesai," kata dia.

    Pertimbangan kedua yang disampaikan dalam rapat kabinet terbatas yakni kondisi penginapan bagi atlet. Pertimbangan ketiga berupa proses pengadaan peralatan untuk pertandingan. "Keempat kesiapan Kontingen dan kelima adalah kesiapan penyelenggara atau Panitia besar PON itu sendiri," kata dia.

    Zainudin menuturkan dari penjelasan dari dirinya dan Muhadjir Effendy menjadi rujukan pengambilan keputusan oleh presiden. Menurut dia, pemilihan Oktober 2021 juga telah mempertimbangkan padatnya jadwal ajang olahraga.

    Menpora menyebutkan penyesuaian waktu diselaraskan dengan pelaksanaan Piala Dunia U-20, SEA Games 2021 Vietnam, Olimpiade 2020 Tokyo yang juga mengalami penundaan, serta MotoGP Mandalika. "Waktu yang ada dalam pilihan buat kita adalah bulan Oktober tahun 2021," kata dia.

    IRSYAN HASYIM

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.