Melati Oktavianti Ingin Tampil Lebih Konsisten Jelang Olimpiade

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melati Daeva Oktavianti mengembalikan kok ke arah Marcus Ellis / Lauren Smith dalam semifinal ganda campuran All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Sabtu, 14 Maret 2020. REUTERS/Andrew Boyers

    Melati Daeva Oktavianti mengembalikan kok ke arah Marcus Ellis / Lauren Smith dalam semifinal ganda campuran All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Sabtu, 14 Maret 2020. REUTERS/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebulu tangkis spesialis ganda campuran Melati Daeva Oktavianti merasa penampilannya masih kurang stabil. Itu sebabnya, ia akan memanfaatkan penundaan Olimpiade untuk memperbaiki diri.

    Ia berhasil meraih gelar level Super 1000 di All England 2020 serta dua gelar level Super 750 di Denmark Open 2019 dan French Open 2019 berpasangan dengan Praven Jordan.

    Konsistensi penampilan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki Melati bersama Praveen.

    "Yang pasti dari segi konsistennya, maunya sih kami bisa lebih konsisten di setiap penampilan. Lebih baik dari penampilan sebelumnya yang masih naik turun," ucap Melati melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 April 2020.

    Penampilan Praveen/Melati memang sempat menurun sebelum menjuarai All England 2020 lalu. Di Malaysia Masters 2020, mereka terhenti di babak pertama dari wakil tuan rumah yang tak diunggulkan, Man Wei Chong/Pearly Tan, dengan skor 18-21, 13-21.

    Sepekan kemudian di kandang sendiri di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2020, Praveen/Melati ditaklukkan di perempat final oleh Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis), dengan skor 19-21, 21-14, 18-21.

    Melati mengambil hal positif dari ditundanya penyelenggaraan Olimpiade menjadi tahun depan. Saat ini Praveen/Melati merupakan ganda campurann andalan Indonesia yang duduk di peringkat empat dunia.

    Sisa waktu jelang Olimpiade Tokyo 2020 akan dimanfaatkan Praveen/Melati untuk memperbaiki konsistensi serta kekurangan-kekurangan yang ada di permainan mereka.

    "Secara pikiran jadi lebih agak longgar, karena sebetulnya sudah disiapkan banget tahun ini untuk ke Olimpiade. Tapi dengan adanya kejadian ini (wabah Covid-19), terpaksa Olimpiadenya ditunda dan kami manfaatkan waktu yang ada untuk perbaiki apa yang kurang," kata Melati.

    "Persiapan ke Olimpiade itu rasanya memang beda, agak susah untuk dijelaskan. Pasti ada rasa tegang, karena harus benar-benar fokus di latihan, pertandingan dan semuanya. Tapi di satu sisi harus merasa enjoy juga," ungkap peraih medali emas ganda campuran  SEA Games 2019 ini.

    Hingga saat ini federasi bulutangkis dunia (Badminton World Federation) masih belum mengumumkan secara resmi kapan turnamen akan dimulai kembali. Turnamen terakhir yang diikuti para pebulutangkis elit sebelum pandemi Covid-19 adalah All England 2020 pada Maret lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.