Diserang Taufik Hidayat, PBSI: Biar Sejarah dan Fakta Berbicara

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taufik Hidayat saat bertanding di Olimpiade london 2012 (31/7). AP/Andres Leighton

    Taufik Hidayat saat bertanding di Olimpiade london 2012 (31/7). AP/Andres Leighton

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengaku heran dengan pernyataan Taufik Hidayat yang merasa tidak diakomodir di organisasi induk olahraga tepok bulu itu.

    Sekjen PBSI, Achmad Budiharto menyebutkan bahwa kepengurusan periode 2016-2020 malah memasukkan nama peraih medali emas Olimpiade 2004 Athena itu.

    "Mending lihat struktur PBSI saja, dibuka di Google, struktur pengurus periode ini. Ada nama dia nggak?" kata Budiharto saat dihubungi Tempo, 13 Mei 2020.

    Nama Taufik Hidayat masuk dalam struktur pengurus yang diketuai oleh Wiranto. Legenda bulu tangkis itu mendapatkan posisi sebagai staf ahli bidang pembinaan dan prestasi. Terdapat juga nama pemain legendaris lain seperti Christian Hadinata.

    Budiharto mengatakan bahwa komentar negatif yang dialamatkan Taufik ke PBSI telah dilaporkan kepada Wiranto sebagai ketua umum. Hal itu dilakukan karena yang diserang yakni PBSI sebagai sebuah institusi. "Begitu keluar pertama langsung kita laporkan, ini kan bicaranya institusi," kata dia.

    Menurut dia, pihaknya tidak ingin berpolemik dengan meladeni hujatan menyasar organisasi. Ia menyebut lebih memilih fokus membina atlet dan mengejar prestasi. "Biar nanti sejarah dan fakta yang berbicara," kata Budiharto.

    Sebelumnya, Taufik Hidayat mengakui ia memiliki banyak musuh. Kehadirannya kerap tidak disukai di manapun ia ditempatkan, termasuk setelah gantung raket.

    Ia mengungkapkan keputusannya mundur dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 saat menjadi bintang tamu podcast milik Deddy Corbuzier yang tayang pada Senin, 11 Mei 2020.

    "Gue sebelum Asian Games, tahu akan berantakan gue keluar. Di dalam banyak orang yang takut gue di situ makanya gimana caranya gue dimatiin," ujarnya.

    Menurut Taufik, sebagai legenda bulu tangkis yang pernah merajai tunggal putra dunia, ia pun tidak disukai di lingkungan PBSI. "Di PBSI pun sama takut kalau gue di situ, gimanapun caranya gue dimatiin biar gak gerak," ucapnya. "Gue masuk di olahraga bulu tangkis sendiri lho, gue gak diterima di sana."

    Suami Amy Gumelar ini pun mencontohkan bagaimana jika dia masuk di PBSI untuk terlibat dalam kaderisasi olahraga yang mendulang prestasi bagi Indonesia ini. "Gue bilang ya, gua jadiin orang jadi atlet bulu tangkis. Begitu jadi, gue pasti ditendang orang-orang itu," kata dia.

    Menurut Taufik, pola pembinaan di PBSI amat kusut. "Gue pasti dibenci tapi biarin, gue gak makan dari mereka," ujar menantu Agum Gumelar ini.

    Ia menuturkan, pangkal masalah dari tidak majunya bulu tangkis di Indonesia karena dikelola oleh orang yang tidak memahami permainan tepok bulu ini. "Di PBSI banyak yang gak tahu tentang badminton."

    Padahal, kata Taufik, Cina dulu mencontoh pola pembinaan bibit-bibit bulu tangkis kita. "Pelatih Lin Dan itu dari Indonesia karena gak dijadikan WNI akhirnya mundur."

    Taufik Hidayat kini mendirikan sekolah bulu tangkis untuk anak-anak. Dia memiliki gedung olahraga sendiri yang dibiayainya sendiri dan menyediakan delapan lapangan. "Dibilang banyak juga gak, tapi sepi juga ketutup biayanya," ujarnya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.