Bintang Judo Korea Diskors Seumur Hidup karena Pelecehan Seks

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet judo Korea Selatan Wang Ki Chun. (koreaherald.com)

    Atlet judo Korea Selatan Wang Ki Chun. (koreaherald.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang judo Korea Selatan Wang Ki Chun diskors seumur hidup oleh Asosiasi Judo Korea (KJA) terkait dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur.

    Nama Wang menjulang setelah memenangi medali perak pada kelas di bawah 73 kilogram pada Olimpiade 2008 di Beijing, meski saat itu ia mengalami cedera rusuk.

    Ia ditahan pada awal bulan ini dengan dugaan melakukan pelecehan seksual. Jika terbukti akan dipenjara seumur hidup.

    KJA kemudian dengan suara bulat sepakat menskors atlet 31 tahun itu, yang sekaligus mengakhiri karier olahraganya. KJA menilai tindakan tidak pantas Wang telah menodai integritas dan kedudukan sosial judo saat menentukan hukuman skors seumur hidup, demikian dilansir kantor berita Yonhap.

    Wang memiliki waktu tujuh hari untuk mengajukan banding.

    Kasus Wang menjadi kasus pelecehan berikutnya yang mewarnai dunia olahraga Korea Selatan.

    Negara itu merupakan salah satu kekuatan olahraga utama di Asia, dan kerap berada di posisi sepuluh besar pada klasemen perolehan medali Olimpiade musim dingin dan musim panas. Namun di kalangan komunitas olahraga negara itu kasus pelecehan fisik dan verbal menjadi hal yang kerap muncul.

    Pekan lalu, peraih medali Olimpiade musim dingin cabang speed skating Lim Hyo Jun dinyatakan bersalah karena telah melakukan pelecehan seksual kepada sesama atlet putra dengan memelorotkan celana. Ia kemudian didenda tiga juta won (Rp 36 juta) dan harus menjalani 40 jam terapi.

    Pada tahun lalu, peraih medali emas Shim Suk Hee memaparkan bahwa dirinya pernah dilecehkan oleh mantan pelatihnya.

    Sang pelatih kemudian dihukum penjara selama satu setengah tahun.

    Pada 2019 juga, seorang atlet skate putra Korea Selatan diskors selama sebulan setelah secara diam-diam masuk ke asrama putri di pemusatan latihan nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.