Greysia Polii Empat Kali Ganti Pasangan Main, Begini Kesan Dia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii (kanan) berpose dnegan medali emas usai menjuarai kejuaraan Daihatsu Indonesia Masters 2020 kategori ganda putri di Jakarta, Ahad, 19 Januari 2020.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii (kanan) berpose dnegan medali emas usai menjuarai kejuaraan Daihatsu Indonesia Masters 2020 kategori ganda putri di Jakarta, Ahad, 19 Januari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii mengungkapkan plus-minus dari pengalamannya berpartner dengan senior maupun junior selama sekitar 17 tahun berkarier.

    Selama berkarier di sektor ganda putri, Greysia sudah berpasangan dengan empat pemain, yakni Jo Novita (2005-2007), Vita Marissa (2007-2008), Nitya Krishinda Maheswari (2008-2016), dan Apriyani Rahayu (2017-sekarang).

    "Enggak ada perbandingan karena menurut aku kita semua punya kelebihan dan kelemahan masing-masing," kata Greysia dalam wawancara virtual via Instagram live bersama PB PBSI, Rabu.

    Menurut Greysia, Jo Novita merupakan tipe orang yang sangat bersemangat. Namun meski lebih senior, Jo terkadang suka meminta saran darinya.

    "Jo orangnya semangat tapi butuh diayomi, butuh strategi. Tapi dengan pengalamannya dia, aku ikut saja terus apa yang dia katakan," tuturnya.

    Sementara Vita Marissa diakui Greysia memiliki kemampuan bermain yang sangat bagus sehingga ia hanya cukup mengikuti saran dari seniornya itu. "Aku tinggal mengikuti dan punya semangat doang."

    Vita Marissa. Tempo/Tommy Satria

    Kondisi berbeda dialami Greysia saat masih berpasangan dengan Nitya Krishinda. Memiliki usia yang tak terpaut jauh, ia tak segan untuk saling mengingatkan satu sama lain.

    "Sama Titin (Nitya), ada iramanya lebih. egonya diturunin, bisa mengingatkan satu sama lain," kata pebulu tangkis berusia 32 tahun itu.

    Namun ketika dipasangkan pertama kali dengan Apriyani pada 2017, Greysia merasa cara komunikasi yang dilakukan berubah 180 derajat.

    Apabila sebelumnya, ia berperan sebagai junior yang hanya menuruti perkataan seniornya, kali ini dia lah yang justru harus lebih bertanggung jawab kepada yang lainnya. Mengingat dia merupakan pemain senior di pelatnas bulu tangkis, maka ia dituntut memberikan contoh yang baik kepada para pemain junior.

    "Kalau sekarang sama Apriyani memang apapun yang aku perbuat, mereka akan tiru. Misalnya, kalau lagi mentok mereka butuh disirami."

    "Kalau skill, mental dan fisik ya memang sudah ada di atas dan seimbang. Yang berbeda itu cara komunikasi antara junior dan senior," kata Greysia.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.