Greysia Polii: Ganda Putri Jepang Mendominasi, Geser Cina

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii melakukan selebrasi usai mengalahkan Nami Matsuyama dan Chiharu Shida dalam babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii melakukan selebrasi usai mengalahkan Nami Matsuyama dan Chiharu Shida dalam babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis Indonesia Greysia Polii membeberkan faktor yang membuat Jepang benar-benar menjadi lawan yang sulit dikalahkan sekaligus tim yang begitu dominan di sektor ganda putri dunia.

    Greysia menyatakan memang telah terjadi perubahan yang signifikan dalam peta persaingan ganda putri dunia sejak 2012. Kala itu, Cina masih menjadi tim yang ditakuti dalam berbagai kejuaraan tepok bulu.

    Pebulu tangkis nomor delapan dunia itu mengakui bahwa dulu saat menjumpai wakil Cina, dirinya mudah terintimidasi bahkan gemetar saat memasuki lapangan.

    Namun memasuki tahun 2012, Greysia yang sudah dua kali tampil di Olimpiade (2012 dan 2016) itu bercerita bahwa Jepang kini sudah mengambil alih posisi yang sempat dikuasi Cina. Adapun faktor yang membuat mereka berhasil mendobrak dominasi tim Negeri Tirai Bambu itu, menurut dia adalah ketekunan dan kerja keras.

    "(Jepang dominan) karena ketekunan dan gaya hidup mereka. Background mereka pekerja keras dan nurut. Itu sudah jadi image mereka," kata Greysia saat melakukan telewicara di Instagram, Rabu.

    Kekuatan tim Jepang memang kerap beberapa kali menggagalkan upaya Greysia Polii/Apriyani Rahayu untuk bisa naik podium.

    Pada 2019 misalnya, langkah Greysia/Apriyani dihentikan oleh pasangan Mayu/Wakana di babak penyisihan grup Sudirman Cup. Nasib apes lagi-lagi menimpa mereka pada babak semifinal BWF World Championship oleh pasangan yang sama.

    Kegagalan juga dialami di China Open 2019. Mereka takluk oleh Misaki/Ayaka di perempat final. Langkah Greysia/Apriyani juga harus terhenti di babak penyisihan BWF World Tour Finals 2019 oleh pasangan Yuki/Sayaka.

    Kegagalan terus berlanjut di 2020 saat tampil di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia di Manila, Filipina. Greysia/Apriyani dipaksa menyerah dua gim langsung oleh Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

    Greysia pun tak menampik bahwa salah satu senjata tim bulu tangkis Jepang memang berada pada kegigihan mereka saat latihan. Satu-satunya cara menghancurkan dominasi Jepang di ganda putri hanya dengan mengubah pola pikir.

    "Menurut aku mereka gigih banget dalam latihan dan keseharian mereka, dan itu yang membuat mereka berbeda. Tergantung mindset kita gimana," kata Greysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.