Dampak Covid-19, GBK Bisa Kehilangan Pendapatan 25 Persen

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan. Shutterstock

    Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) Winarto mengatakan tetap memelihara dan menjaga kawasan olahraga di area Senayan selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Ia mengatakan ingin GBK tetap terjaga keasrian ketika dibuka kembali.

    Pada tahun 2020 ini, GBK mengalokasikan dana perawatan sebesar Rp 103 miliar yang berasal dari biaya penyewaan venue. Kompleks GBK resmi ditutup dari berbagai kegiatan sejak pemerintah menetapkan status darurat Covid-19 pada pertengahan Maret lalu.

    Semua agenda yang dijadwalkan berlangsung ditangguhkan dan diminta untuk dilakukan penjadwalan ulang. "Uang muka tak hangus. Misalnya turnamen bulu tangkis seperti Indonesia Open, event-nya ditunda dan panitia tinggal mengonfirmasi kepada kami kapan jadwal barunya," kata Winarto kepada Tempo Rabu, 20 Mei 2020.

    Winarto menyebutkan terjadi penurunan pendapatan akibat pandemi Covid-19. Namun, kondisi itu masih bisa diantisipasi. "Terhitung Januari-April, revenue kami masih 25-26 persen. Seharusnya 33-36 persen. Jadi kehilangan penerimaan sekitar 7-8 persen," kata dia.

    Pihaknya juga menghitung kemungkinan terburuk jika pemerintah memperpanjang PSBB di Jakarta pada 22 Mei. Jika kawasan GBK baru dibuka Juni, mereka bisa kehilangan pendapatan sekitar 15 persen pada pertengahan tahun. "Kami sudah mengantisipasi. Jadi setelah COVID-19 berakhir, kami punya program recovery agar mendapat revenue 75-80 persen pada akhir tahun," kata Winarto.

    Menurut dia, kemungkinan terburuk pengelola GBK akan kehilangan pendapatan sekitar 23-25 persen pada tahun ini. Menurut dia, nilai itu masih lebih kecil dibanding usaha lain yang bisa kehilangan 70 persen di masa pandemi ini.

    "Semoga Covid-19 ini bisa segera berlalu, dan semuanya dapat normal kembali. Yang jelas, sebelum PSBB dicabut, kami semua harus tetap menyiapkan segala program yang bisa dikerjakan agar berjalan dengan baik ketika Kompleks GBK dibuka," kata Winarto .

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.