Menpora: Apapun yang Dilakukan Kaum Muda Jangan Lepas dari Pancasila

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Zainudin Amali menyampaikan Kuliah Umum Kepemudaan yang diselenggarakan Maritim Muda Nusantara (MMN) bekerja sama dengan Keasistendeputian Peningkatan Kapasitas Pemuda Kemenpora melalui Video Conference Zoom, Senin (1/6) siang. (foto:dok/kemenpora.go.id).

    Menpora Zainudin Amali menyampaikan Kuliah Umum Kepemudaan yang diselenggarakan Maritim Muda Nusantara (MMN) bekerja sama dengan Keasistendeputian Peningkatan Kapasitas Pemuda Kemenpora melalui Video Conference Zoom, Senin (1/6) siang. (foto:dok/kemenpora.go.id).

    INFO SPORT — Peringati Hari Lahir Pancasila, Menpora Zainudin Amali menyampaikan Kuliah Umum Kepemudaan yang diselenggarakan Maritim Muda Nusantara (MMN) bekerja sama dengan Keasistendeputian Peningkatan Kapasitas Pemuda Kemenpora melalui video conference Zoom, Senin (1/6) siang. 

    Kegiatan positif era digital di tengah gencarnya persiapan menuju Era New Normal ini, dimoderatori oleh Founder dan Ketum MMN Kaisar Akhir dengan tema, "Pancasila dan Konstitusi Pemuda Maritim di Era Digital". Dalam paparannya, Menpora menegaskan bahwa apapun yang dilakukan oleh seluruh anak bangsa apalagi kaum muda, tidak boleh lepas dari Pancasila.

    "Salam Pancasila, Selamat Hari Pancasila, apapun yang kita lakukan tidak boleh keluar dari kesepakatan final bersama ideologi bangsa dan negara yakni Pancasila," ucap Menpora, mengawali sapaannya kepada seluruh peserta yang berjumlah 447 partisipan. 

    Lebih lanjut Menpora menyampaikan apresiasi atas ide gagasan MMN, sembari menyampaikan pesan-pesan berharga bahwa era digitalisasi atau era milenial harus cepat diadaptasi, jika tidak mau tertinggal dan terpinggirkan. 

    Ada empat kontribusi yang dapat dilakukan MMN seiring menajamkan kemampuan digitalisasi, yaitu pengawasan terhadap implementasi peraturan perundangan bidang kemaritiman, melakukan pendidikan, pelatihan, dan literasi maritim terhadap masyarakat, usaha pelestarian budaya maritim menyangkut kearifan lokal, dan penguasaan sumber daya maritim serta pemberdayaan sumber daya manusianya.  

    "Dengan tetap berlandaskan Pancasila, MMN dapat melakukan pengawasan seperti melaporkan kepada yang berwenang bila ada pelanggaran kemaritiman, dan penting lagi memberikan edukasi kepada masyarakat, contohnya jangan buang sampah di laut karena akan mencemari lingkungan, kreativitas digital dapat dipakai untuk itu," kata Menpora.

    "Harapan besar, MMN tidak berhenti pada acara-acara webinar seperti ini, harus ada follow up-nya, apa yang bisa disenergikan dengan program prioritas kepemudaan Kemenpora segera laksanakan," tuturnya. 

    Mengakhiri webinar kali ini, Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, menyampaikan kata akhir yang patut direnungkan bersama bahwa masalah maritim bagi pemuda masih menjadi problem yang perlu perhatian serius.

    Menurut data masih di bawah 1 persen dari 67 juta pemuda Indonesia yang menggeluti kemaritiman. "Tiga perempat wilayah kita adalah maritim, semestinya sektor pekerjaan yang digeluti harus banyak disitu. Keadilan sosial tidak akan ada tanpa kita usahakan," tutur Faisal. 

    Turut serta dalam Kuliah Umum Kepemudaan Webinar Zoom kali ini, Stafsus Kepemudaan Venno Tetelepta, TAM Syamsul Qamar, dan Asdep Peningkatan Kapasitas Pemuda I Gusti Putu Rake. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.