Tinju Dunia: Ini Pesan Joshua dalam Aksi Solidaritas George Floyd

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anthony Joshua. (instagram/@anthonyjoshua)

    Anthony Joshua. (instagram/@anthonyjoshua)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara tinju dunia kelas berat, Anthony Joshua, mengikuti aksi "Black Lives Matter" di Watford, Inggris, Sabtu. Ia, yang tengah mengalami cedera lutut, berbicara di depan massa soal ketidaksetaraan rasial di dunia, uga meminta aksi solidaritas serupa tak dikotori tindakan penjarahan dan kerusuhan.

    Aksi Black Lives Matter itu merupakan rangkaian aksi solidaritas menuntut kesetaraan rasial yang menggema di seluruh dunia. Aksi itu dipicu solidaritas atas kematian George Floyd, pria kulit hitam Amerika yang meninggal dalam tahanan karena kekerasan polisi.

    Joshua menjadi bagian dari ribuan peserta aksi di Watford. Petinju berusia 30 tahun itu ikut berbicara di depan massa, juga mengunggah video aksi tersebut dalam laman instagaramnya.

    “Kita tidak bisa lagi, mulai hari ini dan seterusnya, duduk dan tetap diam menghadapi rasisme yang tidak masuk akal, menghadapi pembunuhan yang tidak sah dan licik yang hanya berdasarkan pada warna kulit mereka, ” kata Joshua. "Kita perlu berbicara dalam demonstrasi damai, seperti ini, seperti hari ini."

    Dalam aksi itu Joshua mengenakan hoodie Black Lives Matter. Ia menyerukan boikot ekonomi pada pengusaha kulit putih.

    “Kita tidak boleh menggunakan demonstrasi untuk motif egois dan mengubahnya menjadi kerusuhan dan penjarahan. Kita harus dipersatukan dalam demonstrasi tanpa kekerasan. Tunjukkan pada mereka di tempat yang menyakitkan.”

    “Jangan menghabiskan uang Anda di toko-toko mereka, dan belanjakan dalam usaha yang berinvestasi dalam bisnis kulit hitam. Dan itu untuk semua komunitas jika Anda ingin mengangkat diri Anda sendiri. Investasikan dalam bisnis Anda sendiri."

    “Kita harus terlibat dengan parapemuda dan mengakhiri budaya geng pemuda kulit hitam. Berjuang untuk kode pos, berapa banyak rumah yang kita miliki kode pos?"

    “Setiap kehidupan penting, 100 persen saya setuju dengan itu. Tapi itu termasuk kehidupan hitam dan itu sebabnya kami ada di sini hari ini."

    Joshua juga menyeru dihentikannya kekerasan dan kerusuhan selama aksi solidaritas George Floyd.

    "George Floyd, kita semua tahu tentang namanya, adalah katalisator dalam daftar yang sudah terlalu lama. Tetapi tanyakan pada diri Anda pertanyaan ini: bagaimana penjarahan demi TV layar datar terbaru membantu dia atau keluarganya?"

    "Bagaimana membakar toko atau mengambil nyawa lain menghentikan penyebaran virus, dan mengingat virus yang kita bicarakan adalah rasisme."

    Joshua adalah juara tinju dunia kelas berat versi WBA (Super), IBF, WBO, IBO. Ia saat ini dijadwalkan menghadapi penantang wajib, Kubrat Pulev. Karena cedera lutut yang dialaminya dalam latihan, ia harus beristirahat selama sebulan.

    BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.