Mulai Berlatih Lagi, Mercedes Siap Hadapi Jadwal Formula 1 2020

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes Valtteri Bottas. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Mercedes Valtteri Bottas. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara bertahan konstruktor Formula 1, Mercedes, menyatakan siap menghadapi musim baru 2020 yang bakal penuh tantangan. Dampak pandemi COVID-19 membuat jadwal lomba menjadi padat sehingga memberatkan bagi seluruh tim peserta.

    Kesiatan itu dinyatakan oleh bos Mercedes, Toto Wolff, selepas timnya kembali melahap aspal untuk pertama kalinya sejak Februari di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada Selasa waktu setempat.

    Sesi latihan yang diikuti Valtteri Bottas dengan praktik jaga jarak itu berfungsi sebagai rangkaian ajang pemanasan jelang balapan pembuka musim F1 2020 di GP Austria pada 5 Juli.

    Wolff menegaskan bahwa setiap orang di markas Mercedes di Brackley & Brixworth sangat bersemangat untuk segera berkompetisi lagi dalam ajang balap roda empat paling bergengsi sejagat itu.

    "Setidaknya kami tahu bakal kembali membalap dalam beberapa bulan ke depan," kata Wolff sebagaimana dilansir Sky Sports, Selasa malam.

    "Ini sebuah tantangan. Kami semua menyadarinya, tapi kami berutang kepada para penggemar untuk menyajikan balapan dan memberikan tontonan yang menawan... Jelas ini berat bagi kami, melahap tiga balapan pembuka musim, tak bisa pulang ke rumah, tapi ini semua kondisi spesial."

    F1 sejauh ini sudah meluncurkan kalender balap musim 2020 dengan delapan seri dalam 10 pekan, yang seluruhnya bakal digelar tanpa penonton serta didampingi pedoman kesehatan ketat demi mencegah persebaran pandemi.

    Menyusul Bottas, juara dunia Lewis Hamilton dijadwalkan turun mengaspal juga di Silverstone pada Rabu waktu setempat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.