KONI Pastikan Tidak Ada Penambahan Jumlah Atlet di PON Papua

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Lokasi Venue Pon 2020 Papua, Kampung Harapan, Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (16/4/2020). ANTARA FOTO/Gusti Tanati

    Suasana Lokasi Venue Pon 2020 Papua, Kampung Harapan, Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (16/4/2020). ANTARA FOTO/Gusti Tanati

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI memastikan tidak bakal ada penambahan cabang olahraga, nomor pertandingan dan juga penambahan kuota maupun pergantian atlet dalam PON Papua yang diundur tahun depan.

    Wakil Ketua Umum KONI, Suwarno, mengatakan, ia akan menggelar rapat koordinasi dengan induk cabang olahraga membahas pelaksanaan PON Papua yang diundur menjadi 2-13 Oktober 2021 akibat wabah corona.

    "Kita akan melaksanakan koordinasi pada Juni 2020. sekitar tanggal 16," kata Suwarno, Kamis, 11 Juni 2020.

    Alasan tidak ada penambahan atlet dan kuota karena  penanangan Covid-19 belum bisa dipastikan kapan rampungnya. "Kalau nanti masih ada babak kualifimasi PON, maka akan sangat mengganggu dan kami ada kekahwatiran kalau pergeseran karena anggaran tidak seusai lagi di 2020. Nanti akan merepotkan babak kualifikasi sehingga sekali lagi, cabor, nomor, dan kouta atlet tetap," kata dia.

    Menurut dia, PON 2021 Papua bakal mempertandingkan 37 cabang olahraga. Jumlah kuota atlet yang bakal ikut yakni 6.442 orang. Suwarno menjelaskan tidak bakal terjadi pergantian atlet karena pembatasan umur. "Pendafataran peserta disesuaikan pedoman PON," tutur dia.

    Sebelumnya, KONI Jawa Timur berharap ada toleransi batas usia atlet yang semula 22 tahun menjadi 23 tahun karena PON juga diundur setahun. Hal ini dikatakan Ketua Harian KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, saat dihubungi Tempo, Senin, 27 April 2020.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?