Perbakin Fokus Latih Atlet Junior Selama Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petembak berlatih dalam Pelatnas cabang menembak di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat 12 Juni 2020. Meski telah memastikan tiket dalam Olimpiade Tokyo melalui petembak Vidya, Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB Perbakin) tetap menjalankan Pelatnas selama pandemi COVID-19 dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mengejar target menambah perwakilan Indonesia dalam Olimpiade. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah petembak berlatih dalam Pelatnas cabang menembak di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat 12 Juni 2020. Meski telah memastikan tiket dalam Olimpiade Tokyo melalui petembak Vidya, Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB Perbakin) tetap menjalankan Pelatnas selama pandemi COVID-19 dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mengejar target menambah perwakilan Indonesia dalam Olimpiade. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Kepala Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Ebrahim Inanlou mengatakan pandemi Covid-19 membuatnya berfokus untuk membina para atlet penembak junior. Menurut dia, fokus ini digunakan untuk mempersiapkan atlet muda untuk berlaga pada SEA Games 2021 di Vietnam. "Kami saat ini sedang mempersiapkan atlet untuk SEA Games Vietnam. Ini waktu yang bagus untuk kami dan kami rasa kami bisa manfaatkan ini untuk SEA Games nanti," ujar Ebrahim, di Jakarta, kemarin.

    Pelatih asal Iran itu mengatakan, seharusnya fokus utama pelatnas adalah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Namun, karena seluruh kejuaraan ditunda maupun dibatalkan maka program latihan tidak hanya difokuskan untuk Vidya Rafika, yang sudah dipastikan berlaga di olimpiade, tetapi juga atlet junior lainnya.

    "Sekarang kami mulai 50 m riffle 3 position khusus Fika (Vidya Rafika) karena dia harus menembak air rifle dengan 3 position. Untungnya dengan waktu yang kami punya, kami jadi bisa mulai 3 position dengan atlet lainnya juga," kata Ebrahim.

    Ebrahim mengakui peluang Indonesia untuk menambah wakil atlet menembak ke Olimpiade cukup sulit. Pasalnya, hanya ada 12 kuota tersisa yang akan diperebutkan petembak yang menduduki ranking dunia. Meskipun memang masih ada kesempatan hingga tahun depan, kata dia, peluang ithttps://www.tempo.co/tag/olimpiade-tokyou dinilainya kecil. "Peluangnya kecil tapi kami akan coba meski sangat sulit. Sekarang saya fokus ke atlet remaja, SEA Games dan mungkin kompetisi di masa mendatang," tuturnya. ”Tahun lalu juga kami tak banyak ikut kompetisi sehingga petembak kami masih belum berada di peringkat atas dunia.”

    Pembinaan atlet junior, kata Ebrahim, sangat diperlukan untuk melahirkan tim petembak junior yang kuat pada setiap kejuaraan. Selain itu, menurut mantan pelatih menembak di India itu, pembinaan atlet usia muda ini untuk meregenerasi atlet senior ketika memutuskan untuk pensiun. Ebrahim menyebutkan bahwa banyak negara yang rela menghabiskan uang dan waktu latihan hanya untuk membina para atlet juniornya pada setiap ajang Olimpiade.

    Hingga kini, sebanyak 10 atlet hingga saat ini masih terus mengikuti pelatnas di Lapangan Tembak Senayan. Dari 10 atlet tersebut empat di antaranya merupakan atlet usia muda. Selain disiapkan untuk Olimpiade Tokyo dan SEA Games 2021, mereka juga disiapkan untuk menyambut kejuaraan Youth Olympic Games 2022.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?