Formula 1 Hapus Perayaan Juara di Podium

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sirkuit Melbourne Grand Prix setelah dibatalkannya seri pembuka Formula 1 2020 di Melbourne, Australia, 13 Maret 2020. GP Australia dibatalkan lantaran seorang anggota tim McLaren yang dinyatakan positif COVID-19. REUTERS/Loren Elliott

    Suasana sirkuit Melbourne Grand Prix setelah dibatalkannya seri pembuka Formula 1 2020 di Melbourne, Australia, 13 Maret 2020. GP Australia dibatalkan lantaran seorang anggota tim McLaren yang dinyatakan positif COVID-19. REUTERS/Loren Elliott

    TEMPO.CO, Jakarta - Formula 1 akan meniadakan perayaan di podium ketika balapan musim ini berlanjut. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona. Parade para pebalap yang biasanya digelar sebelum lomba juga akan dicoret dari agenda karena tak akan ada penonton di tribun arena pertandingan.

    Upacara penghormatan kepada lagu kebangsaan negara tuan rumah juga ditiadakan, bahkan tak ada penyerahan trofi. "Praktik yang kita lakukan di masa lalu itu tak bisa dilakukan," kata Direktur Formula 1 Ross Brawn pada laman resmi F1, Jumat, 12 Juni 2020.

    Penyerahan trofi tak akan memungkinkan karena adanya larangan menjaga jarak, namun Brawn akan berusaha menggantikan perayaan kemenangan itu dengan cara lain. "Prosedur podium tak akan dilaksanakan, tapi kami sedang mengusahakan sesuatu dilakukan di grid setelah lomba. Satu opsi adalah untuk menderetkan mobil di trek dan para pebalap berdiri di depannya.

    F1 akan memulai kembali balapan musim ini pada 5 Juli nanti tanpa penonton. Sebanyak delapan seri awal telah dirilis, semuanya kompetisi berlangsung di sirkuit Eropa. Namun, kata Brawn, belum tertutup kemungkinan menggelar balapan di benua lain. Adapun tiga negara, Azerbaijan, Singapura, dan Jepang, telah menyatakan batal menggelar Grand Prix karena pandemi virus corona.

    F1 juga telah sebelumnya membatalkan empat balapan lainnya, yaitu seri pembuka di Australia, Monako, Belanda dan Prancis. Brawn mengatakan ada kemungkinan untuk menggelar paruh kedua musim setelah delapan seri awal. Menurut dia, ada pembicaraan untuk menggelar balapan kedua di Italia di Sirkuit Mugello atau Imola, dan Grand Prix San Marino, sedangkan Sirkuit Hockenheim, Jerman dan Sirkuit Portimao, Algarve, Portugal memiliki potensi masuk ke kalender.

    Sirkuit Sochi juga bersedia menjadi tuan rumah dua balapan F1. "Kami yakin jika rencana kami menggelar 15-18 balapan di saat musim ini selesai di Abu Dhabi pada pertengahan Desember dan kami berharap mengeluarkan kalender final sebelum kami memulainya di Austria," ujar Brawn.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.