Cerita Jonatan Christie Miliki Banyak Pengikut di Instagram

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jonatan Christie. badmintonindonesia.org

    Jonatan Christie. badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie,  merupakan salah atlet paling populer di media sosial. Altet peringkat 7 dunia ini memiliki 1,8 juta follower atau pengikut di akun instagramnya. Jumlah itu mengungguli kepopuleran Kevin Sanjaya yang memiliki pengikut sebanyak 1,4 juta.

    Pebulu tangkis berusia 22 tahun ini menceritakan cara bisa meraih banyak follower. “Sebenarnya tidak sangka bisa dapat follower sebanyak ini. Momennya itu di Asian Games (2018)," kata pria akrab disapa Jojo dalam diskusi bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali melalui live instagram, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Sebelum pesta olahraga terbesar di Asia itu berlangsung tahun silam, Jojo hanya memiliki sekitar 100 ribu pengikut di instagram. Keberhasilan menyumbang emas bagi Tim Merah Putih melambungkan namanya di media sosial.

    "Pertama itu masih seratus ribuan, tapi pas pertandingan itu dua hari menang terus, naiknya 500-600 ribu follower, setelah juara jadinya nambah jadi 1 juta lebih itu,” kata dia menjelaskan peningkatan follower saat Asian Games 2018 di Jakarta.

    Sementara itu, untuk menjaga keharmonisan dengan para penggemarnya, Jojo mengatakan dirinya kerap kali menyapa para fansnya melalui live instagram atau membalas chat story.

    “Komunikasi sama penggemar saya juga kadang live Instagram sama balesin story. Saya lakukan ketika jam kosong jadi tidak mengganggu fokus latihan dan tanding,” ujarnya.

    Kepopuleran Jojo di media sosial bisa dilihat dari penonton yang menyaksikan live instagram bersama Zainudin Amali. Sebanyak 1.000 orang pecinta bulu tangkis menonton diskusi itu.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.