Bulu Tangkis: Marcus Gideon Ungkap Aktivitasnya Saat Pandemi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan rekannya Marcus Fernaldi Gideon melakukan tos usai mengecoh Lee/Wang dalam semifinal All England Open 2020 di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu, 14 Maret 2020. Marcus/Kevin akan menghadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) pada final All England Open 2020. ANTARA/Nafi-Humas PBSI

    Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan rekannya Marcus Fernaldi Gideon melakukan tos usai mengecoh Lee/Wang dalam semifinal All England Open 2020 di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu, 14 Maret 2020. Marcus/Kevin akan menghadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) pada final All England Open 2020. ANTARA/Nafi-Humas PBSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon, menceritakan beragam kegiatannya di tengah pandemi Covid-19. Dalam situasi pandemi virus corona dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Marcus lebih berfokus untuk menjaga kesehatan, sekaligus menjaga stamina dan mempertahankan teknik permainan.

    "Karena sudah tidak ada turnamen jadi ya mau apa? Paling latihan setiap hari, sekarang juga sudah (periode) normal baru latihannya ke pelatnas. Tapi yang utama harus sangat menjaga diri supaya jangan sampai kena virus," kata Marcus menceritakan dalam sesi diskusi online bersama PBSI, Sabtu malam.

    Atlet pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo ini menceritakan bahwa memasuki fase normal baru, Pelatnas PBSI di Cipayung Jakarta Timur sudah mulai aktif namun dengan porsi latihan yang dibatasi.

    Sesi latihan hanya dilakukan pagi dan selesai pada sore hari sekitar pukul 15.00-17.00 WIB. "Latihannya tidak seperti sebelum pandemi, karena porsi latihannya belum full. Bahkan kadang latihannya hanya pagi saja terus pulang," katanya.

    Sementara untuk latihan tambahan, ganda putra peringkat satu BWF ini menuturkan hanya dilakukan sesuai kebutuhan tergantung sektor mana yang dirasa masih kurang.

    "Tergantung kebutuhan, pasti kita tahu kurangnya di mana nanti tambahnya di mana. Jadi tidak pasti tambahannya apa, kadang gym atau lainnya," kata Marcus.

    Sebagai atlet, Marcus juga dituntut untuk memperhatikan asupan makanan agar kondisi fisiknya tetap optimal. Untuk satu ini, ia juga tak jarang berkonsultasi dengan istrinya yang berprofesi sebagai dokter.

    Sementara untuk mengisi waktu luang, Marcus lebih banyak melakukan kegiatan santai bersama anak atau istrinya di rumah. Menurut Marcus, ia lebih baik berada di rumah daripada harus bepergian keluar rumah karena wabah Covid-19 yang masih mengancam.

    "Polanya istirahat dan makan yang cukup, minum vitamin. Harus bahagia juga karena katanya bisa menaikkan imunitas tubuh. Menaikkan mood ya mainan sama anak, keluarga, kumpul-kumpul saja," kata Marcus.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.