Patty Schnyder Juara di Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Nusa Dua: Unggulan kedua Patty Schnyder berhasil menjuarai Commonwealth Tennis Classic 2008, Minggu (14/9). Petenis asal Swiss ini membungkam petenis asal Austria Tamira Paszek dua set langsung 6-3 dan 6-0.

    Dalam pertandingan Minggu sore, Schnyder mampu mematahkan serangan Paszek dalam setiap game. Padahal, Paszek dalam seminggu ini mampu membuat lawan-lawannya mati langkah. Petenis belia ini telah menumbangkan dua petenis unggulan, Flavia Pennetta (unggulan 3) dan Daniela Hantuchova (1). Lewat serangan reli panjang, Paszek bisa membuat lawan-lawannya kehilangan poin. 

    Tidak seperti petenis unggulan lainnya, Schnyder justru mampu mengembalikan keadaan. Justru Paszek yang kini harus pontang-panting mengejar bola. "Saya tahu strateginya seperti apa, karena kami sudah bertemu dua kali. Kali ini dia benar-benar bagus," kata Paszek. 

    Paszek mengaku kelelahan akibat pertandingan-pertandingan sebelum final. Di babak semifinal Sabtu lalu, petenis peringkat 85 dunia ini harus bertanding selama dua setengah jam lebih. "Saya memang mengalami minggu yang cukup berat. Tetapi saya sangat senang bisa mencapai final. Saya menikmatinya," katanya.

    Sementara itu, bagi Schnyder, kemenangan tahun ini merupakan kesuksesannya setelah ikut selama empat tahun terakhir. "Saya senang sekali akhirnya saya bisa menang. Saya harap saya bisa menang lagi tahun depan," katanya.

    Schnyder menilai lawannya memang merupakan lawan yang cukup tangguh. "Saya harus bekerja keras pada set pertama," kata petenis peringkat 13 dunia ini. Memang di awal-awal set, Schnyder dipaksa untuk bermain dalam selisih poin yang ketat. Namun, Paszek hanya mampu mengejar sampai posisi 2-2. Lewat serangan bola tinggi atau pun penempatan di dekat net, Schnyder bisa terus memimpin sampai pertandingan usai. 

    "Dia (Paszek) pun sangat lincah mengejar bola di awal, namun saya sangat senang strategi saya bisa berjalan dengan baik," katanya. 

    Schnyder mengaku prestasi di usianya yang kini mencapai 29 tahun ini masih akan terus digali. "Masih banyak turnamen yang ingin saya menangkan, saya pun masih ingin terus menaikkan rangking saya," katanya kepada Tempo beberapa waktu lalu. 

    Schnyder - yang sangat mendambakan anak dalam waktu dekat ini - menyatakan bahwa dirinya akan terus bertahan di lapangan. "Saya belum memutuskan kapan akan pensiun, saya masih ingin terus menikmati karir saya," katanya. 

    Di nomor ganda, pasangan asal Asia, Su-Wei Hsieh / Shui Peng, juga mengikuti keberhasilan Schnyder. Dalam penampilan debut mereka dalam turnamen ini, ganda gado-gado Taiwan dengan Cina ini berhasil menang dalam pertarungan yang ketat. 

    Hsieh/Peng berhasil menaklukkan pasangan Nadia Petrova/Marta Domachowska dalam tiga set ketat 7-6(4), 6-7(3), dan 10-7. "Saya sangat senang strategi yang dijalankan selalu berhasil di lapangan, dan saya bahagia sekali akhirnya bisa menang," kata Peng kepada Tempo seusai pertandingan. 

    Dalam pertandingan pembukaan hari Minggu, pasangan Asia ini memang menjalankan strategi yang cukup baik. Hsieh selalu mampu memberikan pukulan voli yang mematikan. "Saya hanya sedang bagus saja, semakin bagus voli saya, semakin meningkat rasa percaya diri," katanya. 


    Ezther Lastania


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?