PRSI dan Pengelola GBK Bahas Pelatnas Renang di Masa New Normal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebersihan membersihkan area kolam di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, 11 Juli 2018. Empat cabang olahraga yang dipertandingkan di stadion ini adalah renang, polo air, loncat indah, dan renang indah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas kebersihan membersihkan area kolam di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, 11 Juli 2018. Empat cabang olahraga yang dipertandingkan di stadion ini adalah renang, polo air, loncat indah, dan renang indah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengrurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia  (PB PRSI) mendatangi Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno pada Senin, 15 Juni 2020. Dalam kunjungan itu Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PRSI, Wisnu Wardhana, melakukan pertemuan dengan pengelola Stadion Akuatik GBK.

    Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut terkait protokol kesehatan keolahragaan dan penyamaan persepsi secara teknis mengenai pelaksanaan pemusatan latihan nasional (pelatnas) akuatik di masa new normal.

    "Jadi hari ini kami membahas prosedur latihan renang di masa new normal, karena yang kita ingin tekankan adalah Covid 19 belum selesai meski sudah ada pelonggaran PSBB. Tapi tetap kesehatan adalah hal yang paling diutamakan," ujar Wisnu saat dihubungi Tempo.

    Menurut Wisnu Wardhana, pertemuannya membahas detil bagaimana dan apa yang harus dilakukan perenang, pelatih, pengantar dan aspek teknis lainnya di masa new normal ini. "Karena selain menggunakan kolam renang ada juga penggunaan ruang bilas bersama, tempat parkir dan lainnya," kata dia.

    Mengenai jadwal pelatnas renang, PB PRSI masih menunggu Pengelola GBK yang masih berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Kemenpora, dan Gugus Tugas Covid 19.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?