Anggota Dewan Olimpiade 2020 Buka Opsi Perpanjang Penundaan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Jepang membentuk tulisan

    Warga Jepang membentuk tulisan "Terima kasih" saat merayakan Negaranya menjadi tuan rumah dalam ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, (8/9). (AP Photo/Kyodo News)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Olimpiade 2020 Haruyuki Takahashi mengatakan penundaan lanjutan untuk pesta olahraga 4 tahunan itu harus dipertimbangkan, jika pandemi COVID-19 tidak kunjung membaik. Namun ia mengesampingkan pembatalan.

    Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) membuat keputusan pada bulan Maret untuk menunda ajang itu hingga tahun 2021.

    Presiden IOC Thomas Bach mengatakan, Olimpiade harus dibatalkan jika acara tidak dapat diadakan tahun depan. Namun Takahashi mengatakan pembatalan itu akan memiliki implikasi keuangan yang besar.

    "Jepang dan ekonomi dunia akan sangat terpukul, wacana pengunduran ulang harus lebih dulu dipertimbangkan daripada opsi pembatalan," kata Takahashi seperti dikutip Reuters, Selasa, 16 Juni 2020.

    Presiden Olimpiade Tokyo 2020 Yoshiro Mori menegaskan, selama pertemuan dewan eksekutif komite penyelenggara pada hari Jumat tidak dibahas ide untuk membatalkan Olimpiade bersama dengan IOC.

    Dengan agenda mendatang seperti Olimpiade Musim Dingin Beijing dan Piala Dunia sepak bola yang akan diselenggarakan pada tahun 2022, maka penundaan Olimpiade Tokyo yang lebih panjang justru akan menyebabkan masalah penjadwalan dan konflik yang lebih besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.