Kevin / Marcus Ditargetkan Mempertahankan Tradisi Emas Olimpiade

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Jepang Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo saat akan tampil di final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. Marcus / Kevin kalah 18-21, 21-12, 19-21 dalam pertarungan ketat selama 72 menit. REUTERS/Andrew Boyers

    Ganda putra Jepang Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo saat akan tampil di final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. Marcus / Kevin kalah 18-21, 21-12, 19-21 dalam pertarungan ketat selama 72 menit. REUTERS/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo /Marcus Fernaldi Gideon menjadi andalan Indonesia mempertahankan tradisi emas Olimpiade

    "Kami diberi target gelar juara dunia tahun lalu dan tahun ini harusnya diberi target dapat medali apapun di Olimpiade. Tapi karena tahun lalu tidak dapat gelar juara dunia, maka target di Olimpiade dinaikkan jadi harus medali emas," ujar Kevin, Rabu, 17 Juni 2020.

    Sebagai ganda putra terbaik dunia saat ini, Kevin / Marcus diberi target tertinggi, termasuk dari pihak sponsor mereka. Dalam setahun, Kevin/Marcus ditarget untuk meraih lima gelar di turnamen level Super 500 hingga Super 1000.

    Menjadi penguasa ganda putra dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga punya musuh bebuyutan yang sulit mereka taklukkan. Kevin / Marcus sempat mendapat perlawanan sengit dari ganda putra Cina, Han Chen Kai/Zhou Hao Dong serta Choi Solgyu/Seo Seung Jae dari Korea. Namun kedua ganda putra ini berhasil ditaklukkan Kevin/Marcus pada pertemuan terakhir mereka.

    Akan tetapi Kevin / Marcus belum berhasil memenangkan enam pertemuan terakhir atas Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dari Jepang. Dua pertemuan pertama berhasil dimenangkan Kevin/Marcus.

    "Rasa penasaran pasti ada, cuma ya sudah lah, main itu kalau nggak menang ya kalah. Pasangan lain yang tanding sama kami kan juga ada yang kalah berturut-turut. Dalam bulutangkis memang biasanya ada yang seperti ini, namanya ganjalan, biar jadi seru dan menantang," ucap Marcus.

    "Pasti menang lah akhirnya, ha ha ha, pede banget ya? Tapi memang harus pede jadi pemain," tutur Marcus menambahkan.

    Namun keduanya mengatakan bahwa apa yang mereka raih bukanlah pekerjaan mudah dan butuh kerja keras untuk mencapainya. Bertaburan gelar juara tak membuat Kevin/Marcus lepas dari tekanan, apalagi besarnya ekspektasi banyak orang terhadap mereka.

    "Pressure itu pasti banyak, apalagi makin ke atas, makin banyak pressure. Kalau pergi (bertanding) pasti targetnya juara. Kalau sampai final saja dibilang gagal. Pasti ada pressure, tapi karena memang ini hobi dan pekerjaan kami ya dinikmati saja," kata Marcus, 

    Hal senada juga disampaikan oleh Kevin yang mengaku pencapaian keduanya membuat pecinta bulu tangkis menaruh harapan besar untuk terus berprestasi.

    "Kalau kalah pasti sedih, yang dilakukan ya harus latihan lebih keras lagi. Kami nggak mau mikir beban, kalau sudah main, fokus di permainannya saja. Kecuali sebelum main, memang (merasa) tekanan itu ada," kata dia.

    Kevin / Marcus pun sadar bahwa sebagai ganda putra rangking satu dunia, pasti banyak lawan yang ingin mengalahkan mereka. Permainan mereka pasti sudah dipelajari oleh lawan, apalagi dengan teknologi yang semakin maju yang bisa dimanfaatkan tim untuk menganalisa permainan lawan.

    "Habis main saya suka ngobrol sama Kevin, banyak tanya kurang saya di mana, biar enak mainnya. Permainan kami sering dipelajari, orang sudah pakai video, kami harus ganti lagi cara mainnya. Harus berubah terus dan banyak belajar, perkembangan pasti ada terus, kalo nggak mau belajar ya monoton mainnya," kata Marcus yang akrab disapa Sinyo ini.

    Salah satu tantangan berat Kevin / Marcus juga datang dari negeri sendiri. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sehari-hari menjadi teman latihan di Pelatnas Cipayung, sering juga menjadi lawan di pertandingan.

    "Sebetulnya kami sudah tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing. Di pertandingan itu mental juga berpengaruh. Kalau Kevin kan pedenya luar biasa, saya masih naik turun," ungkap Marcus Fernaldi Gideon.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.