Ketua WBC: Joshua Vs Fury Baru Spekulasi, yang Wajib Lawan Whyte

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dillian Whyte dari Inggris saat mengKO petinju Australia, Lucas Browne, dalam pertarungan di Manchester, Sabtu 24 Maret 2018. (dailymail.co.uk)

    Dillian Whyte dari Inggris saat mengKO petinju Australia, Lucas Browne, dalam pertarungan di Manchester, Sabtu 24 Maret 2018. (dailymail.co.uk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden WBC Mauricio Sulaiman mengatakan bahwa juara dunia kelas berat WBC Tyson Fury, harus menghadapi penantang peringkat pertama Dillian Whyte, sebelum bertanding dengan Anthony Joshua tahun depan.

    Sulaiman mengatakan pertarungan Joshua-Fury adalah "spekulasi" pada saat ini. Namun yang pasti adalah Whyte (27-1, 18 KO) sebagai penantang peringkat pertama sehingga pertandingannya melawan Fury sebagai juara WBC adalah mandatory fight.

    "Juara WBC Fury perlu menghadapinya pada awal 2021," katanya seperti dikutip Boxingnews24, Senin, 22 Juni 2020.

    Keputusan Sulaiman itu membuat pertarungan Joshua-Fury harus melewati sejumlah rintangan untuk bisa terwujud. Fury juga punya kewajiban melawan Deontay Wilder dalam trilogi, selain melawan Whyte jika ia bisa mempertahankan gelar.

    Joshua juga punya mandatory fight melawan peringkat pertama sabuk IBF, Kubrat Pulev. Belum lagi pertandingan wajib melawan peringkat pertama WBO Oleksandr Usyk, yang waktunya jatuh tempo sebelum menghadapi Fury tahun depan.

    Jika Joshua terjebak harus bertarung dengan Usyk pada paruh pertama 2021, maka Fury mungkin juga harus menghadapi Whyte.

    Fury (30-0-1, 21 KO) masih perlu mempertahankan gelar kelas berat WBC melawan Deontay Wilder (42-1-1, 41 KO) akhir tahun ini. Pemenang akan menghadapi Whyte.

    "Untuk WBC ada pertandingan wajib yang harus dilakukan oleh sang juara," kata Sulaiman kepada Radio Boxing Insider. “Penantang wajib adalah juara sementara, Dillian Whyte. Dia (Dillian Whyte) memiliki hak untuk merebut gelar setelah pertarungan ketiga Wilder vs Fury. Fury vs Joshua hanyalah spekulasi."

    “Mereka (Joshua dan Fury) mengatakan memiliki kesepakatan yang sangat bagus. Tetapi ada banyak hal yang harus dilewati sebelum itu benar-benar terjadi,” kata Sulaiman.

    BOXINGNEWS24 | RADIO BOXING INSIDER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.