PSSI Akan Minta Klarifikasi Saat Shin Tae-yong Tiba di Indonesia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Antara

    Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan  akan meminta klarifikasi atas pernyataan pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong kepada salah satu media Korea Selatan saat ia kembali ke Tanah Air nanti.

    "Kami akan menunggu. Saat STY (Shin Tae-yong) datang (ke Indonesia), kami akan meminta ‘statement’. Apa benar yang dia sampaikan ke media Korea Selatan?" kata Yunus Nusi kepada media di Jakarta, Senin.

    Pernyataan Shin Tae-yong terkait kritikan dan ketidakpuasannya terhadap PSSI yang muncul di salah satu media di Korea Selatan sempat membuat gaduh para pecinta sepak bola Indonesia.

    Bahkan, pemberitaan yang menyebut-nyebut nama Indra Sjafri itu juga mengundang pria yang menjabat Direktur Teknik PSSI itu angkat bicara. Ia memberikan klarifikasinya di laman resmi PSSI, Sabtu (20 Juni).

    Yunus Nusi menanggapi bahwa klarifikasi Indra Sjafri tersebut memang perlu diberikan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Apalagi pemberitaan yang ramai diperbincangkan, menurutnya, hanya berupa kutipan dari media, tanpa tahu pernyataan langsung yang keluar dari mulut Shin Tae-yong.

    "Awalnya kami tidak meminta klarifikasi, tetapi media memborbardir. Jadi kami klarifikasi masa kami diam saja," tuturnya.

    Oleh karena itu, untuk meluruskan masalah itu, PSSI saat ini masih menunggu kedatangan Shin Tae-yong ke Indonesia untuk memberikan klarifikasi kepada media.

    "Iya, nanti STY dapat fasilitas yang sama. Kami akan menunggu dia datang, jangan hanya dari telepon, media. Tidak baguslah," kata Yunus Nusi.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.