Covid-19 di Adria Tour, Kubu Djokovic dan Dimitrov Saling Tuding

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Serbia, Novak Djokovic berfoto bersama para peserta turnamen Adria Tour di Beograd, Serbia, 12 Juni 2020. Tujuan digelarnya turnamen Adria Tour untuk menyatukan dan berbagi pesan solidaritas dan kasih sayang di seluruh wilayah di tengah pandemi virus Corona. REUTERS/Marko Djurica

    Petenis Serbia, Novak Djokovic berfoto bersama para peserta turnamen Adria Tour di Beograd, Serbia, 12 Juni 2020. Tujuan digelarnya turnamen Adria Tour untuk menyatukan dan berbagi pesan solidaritas dan kasih sayang di seluruh wilayah di tengah pandemi virus Corona. REUTERS/Marko Djurica

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertandingan eksibisi tenis Adria Tour, yang digagas Novak Djokovic, menyebabkan setidaknya empat petenis positif terkena Covid-19. Kini, terjadi saling tuding siapa yang bersalah dan menjadi penyebab tertularnya virus corona.

    Adria Tour 2020 adalah turnamen yang diadakan di Serbia, Kroasia, Montenegro, dan Bosnia dan Herzegovina antara 12 Juni dan 5 Juli pada Sabtu dan Minggu. 

    Diumumkan pada bulan Mei, Djokovic bergabung dengan bintang-bintang internasional seperti Aleksander Zverev, Dominic Thiem, Grigor Dimitrov dan Marin Cilic untuk acara tersebut.

    Ayah Novak Djokovic, Srdjan, dan agen petenis Grigor Dimitrov saling tunjuk mengenai dari mana infeksi tersebut berasal.

    Srdjan menuding Dimitrov sebagai sumbernya, namun agennya, Georgi Stoimenov, menyatakan penyelenggara turnamen adalah "yang paling bertanggung jawab untuk menjalankan acara dengan aman".

    Ada juga kritik Nick Kyrgios, yang paling vokal mengomentari Adria Tour. Di Twitter, Kyrgios memposting gambar Srdjan Djokovic disertai dengan kutipannya pada Dimitrov dan mencuit, "Jangan melempar kesalahan."

    Dalam sebuah wawancara dengan televisi Kroasia, Srdjan mengatakan, "Mengapa semua itu terjadi? Itu terjadi karena dia (Dimitrov) sakit, entah di mana kenanya. Dia tidak diuji di sini, dan dia diuji di tempat lain."

    Menurut Srdjan, Dimitrov bisa menjadi apa yang oleh para ahli epidemiologi disebut sebagai "pembawa", setelah terbang ke Beograd tepat waktu untuk memulai Tur Adria pada 13 Juni 2020.

    Namun ini bukan satu-satunya penjelasan yang mungkin, terutama mengingat pembauran atlet dari olahraga lain dengan para pemain tenis.

    Nikola Jankovic adalah salah satu dari beberapa pemain bola basket yang dites positif setelah pertandingan derby antara Red Star dan Partizan, yang dihadiri Djokovic pada 10 Juni 2020.

    Tes positif lainnya dikonfirmasi pada hari Rabu, 24 Juni 2020, melibatkan seorang pemain bola basket Serbia bernama Nikola Jokic. Dia adalah bintang klub NBA Denver Nuggets, dan sekarang terpaksa menunda kembali ke Amerika Serikat.

    Menurut laporan, Jokic menghabiskan waktu bersama Djokovic di saat Adria Tour digelar di Beograd, 12-13 Juni.

    Stoimenov mengatakan, bahwa Dimitrov terbang langsung ke Beograd setelah isolasi penuh tiga bulan. Baik di Beograd atau nantinya di Zadar, Kroasia yang menjadi tuan rumah pertandingan kedua Adria Tour pada 19-20 Juni 2020, ia ditawari atau diminta untuk tes corona.

    "Penyelenggara acara adalah pihak yang bertanggung jawab untuk menjalankan acara dengan aman dan membuat aturan untuk diikuti. Grigor sangat menghormati semua aturan yang diberlakukan oleh penyelenggara turnamen dan hukum dan peraturan yang ada di  perbatasan antara Bulgaria, Serbia dan Kroasia,” katanya.

    Dimitrov, peringkat ke-19 dunia tetap berada di California setelah turnamen Indian Wells pada 8 Maret dibatalkan, sebelum terbang ke Beograd. Dia kemudian melakukan kunjungan singkat ke kota asalnya Haskovo, Bulgaria, setelah tampil di Beograd dan sebelum ke Zadar untuk ikut Tur Adria putaran kedua. Sampai saat ini, belum ada laporan ada wabah Covid-19 di Haskovo.

    Empat pemain - Dimitrov, Djokovic, Borna Coric dan Viktor Troicki - telah dinyatakan positif, bersama dengan dua pelatih dan istri Djokovic, Jelena.

    "Saya sangat menyesal turnamen kami telah membahayakan," kata Novak Djokovic.

    TELEGRAPH | ABC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.