Polemik Shin Tae-yong dengan PSSI, Rocky Babena: Pemicunya Indra

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan) berbincang dengan asisten pelatih Indra Sjafri saat seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 13 Januari 2020. ANTARA

    Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan) berbincang dengan asisten pelatih Indra Sjafri saat seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 13 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta- Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Babena, merespon polemik antara pelatih Shin Tae-yong dengan Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri. Rocky mengakui bahwa Shin Tae-yong sebagai pelatih berpengelaman dan berkualitas.

    "Kita tidak bisa menganggap dia seperti pelatih lokal, saya melihat dan mendengar beberapa cerita, bahkan ini valid sekali, bahkan Indra Sjafri yang tidak yakin dengan pemain lokal kita," kata Rocky dalam wawancara You Tube I'm GenZ Official, Kamis, 25 Juni 2020.

    Rocky menyangsikan sikap dan kepentingan dari Indra Sjafri yang telah membawa timnas junior berprestasi di level Asia. Menurut Rocky, entah apa yang dipikirkan oleh mantan Pelatih Timnas U-23 meragukan kemampuan pemain lokal bersaing di Piala Dunia U-20 2021.

    "Pertanyaannya kalau kita belum mampu ke level Piala Dunia, walaupun ini U-20. Kenapa kita mengirimkan proposal ke FIFA untuk mengambil tuan rumah. itu kan sudah dipertimbangkan matang," ujar dia.

    Ia mengatakan tidak bijaksana sikap Indra Sjafri yang meragukan kemampuan pemain lokal. Menurut dia, proses pembinaan pemain junior dari U-16, U-19, dan U,23 telah berjalan di klub, sayang jika akhirnya pemain itu tidak dipakai oleh timnas.

    "Isunya ada lima pemain yang dinaturalisasi, ini kan lucu. Seakan-akan kita lebih percaya pemain asing atau kita lebih yakin kalau berprestasi dengan orang lain, daripada kita kalah dari diri kita sendiri," kata dia.

    Menurut Rocky, jika lima orang pemain jadi dinaturaliasi, kemudian hasilnya negatif. "Katakan lah pas uji coba kita sudah kalah, mau ditaruh dimana muka bangsa kita," kata dia.

    "Presiden ini menginginkan bahwa kita bukan hanya sukses menjadi penyelenggara tapi kita juga mampu mengorbitkan pemai-pemain kita nampaklah di permukaan. Saya yakin banyak pemain kita yang punya potensi untuk berprestasi di level internasional."

    Rocky juga menyoroti pembentukan Satgas Timnas. Ia mengatakan tim yang diketuai oleh Syarif Bastaman itu membuat tugas Shin Tae-yong semakin ribet.

    "Satgas ini tidak penting, lalu untuk apa, satgas ini mau bekerja apa. Tidakada positif dari pembentukan satgas ini. Pak ketum PSSI harus lebih filter lagi, saran dan masukan orang di dekatnya karena itu akan membuat federasi tidak pada prinsipnya," kata dia

    Menurut dia, pembentukan Satgas Timnas hanya masukan dari orang di kepengurusan PSSI yang punya kepentingan pribadi bukan untuk kemajuan sepak bola.

    Rocky pun mendukung training camp sebaiknya dilakukan di luar negeri. "Pak Menteri (Zainudin Amali) sudah bilang di mana saja tidak ada masalah, kok kita persoalkan TC, memang kelas TC kita di dalam negeri ini levelnya sudah sama dengan ketika kita bertarung di Piala Dunia, nggak bisalah," ucap dia.

    Ia mengatakan dengan melaksanakan TC di luar negeri, bakal lebih mudah mengevaluasi pemain yang bakal berlaga di Piala Dunia U-20. Apalagi, timnas bakal berlaga juga di Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19. "Itu yang jadi ukuran, kalau kita ribut soal ini saya lebih setuju Indra Sjafri bukan lagi pelatih di timnas, menurut saya pemicu kekisruhan Shin Tae-yong, ada pada Indra Sjafri," kata Rocky tentang awal munculnya polemik di PSSI.

    Indra Sjafri sendiri menolak memberi tanggaan pernyataan Rocky Babena itu. "Maaf, nggak usah lagi saya menjawab," kata Indra ketika dihubungi Tempo, Kamis malam, 25 Juni 2020.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.