Jarrell Miller Kembali Doping, Batal Tanding

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anthony Joshua dan Jarrell Miller. (boxingscene.com)

    Anthony Joshua dan Jarrell Miller. (boxingscene.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jarrell Miller dikabarkan kembali tersandung doping. Petinju kelas berat belum terkalahkan itu, dijadwalkan akan bertanding melawan Jerry Forrest pada 9 Juli 2020.

    Ini bukan pertama kalinya Miller gagal tes doping. Ketika akan berhadapan dengan  Anthony Joshua Juni 2019, ia juga ketahuan doping sehingga tempatnya diambil oleh Andy Ruiz Jr.

    Miller telah menandatangani perjanjian promosi dengan Top Rank Bob Arum untuk melawan Forrest dalam pertandingan 10 ronde.

    Menurut laman The Athletic, Miller gagal dalam tes karena menggunakan GW1516, obat yang digunakan untuk membantu daya tahan dan meningkatkan daya aerobik.

    Jenis doping ini juga  muncul sebelum pembatalan pertarungannya dengan Joshua. Miller diuji positif untuk hormon pertumbuhan manusia, EPO dan GW1516 dan menjalani larangan enam bulan pada tahun 2019.

    Top Rank mengkonfirmasikan berita itu. “Dia akan dikenakan skorsing sementara oleh Komisi Atletik Negara Bagian Nevada pada Senin pagi," kata Wakil Ketua Top Rank Carl Moretti.

    Petinju Amerika ini mengklaim sebagai yang terbaik di kelas berat.  
    "Saya nomor dua di dunia, satu-satunya alasan saya bukan nomor satu adalah karena saya tidak memiliki sabuk, saya tahu saya petinju yang lebih baik daripada semua orang ini," katanya kepada BonusCodeBets.co.uk.

    'Saya lebih baik dari AJ, saya lebih baik dari Tyson Fury, saya lebih baik dari Deontay (Wilder), saya hanya menyebut diri saya nomor dua karena saya tidak memiliki sabuk itu. Aku akan menjadi juara dunia," kata Miller, 32 tahun, yang memiliki rekor 23-0-1 dengan 20 kemenangan KO.

    THE ATHLETIC | DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.