Rusia Dikucilkan dari Atletik Dunia, Telat Bayar Denda Doping

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skandal Doping Rusia

    Skandal Doping Rusia

    TEMPO.CO, JakartaWorld Athletics memutuskan untuk menunda segala proses yang memungkinkan atlet Rusia  bisa berkompetisi di kejuaraan internasional setelah Federasi Atletik Rusia (RusAF) telat membayar denda terkait kasus pelanggaran aturan antidoping.

    RusAF diberi tenggat waktu hingga 1 Juli 2020 untuk membayar denda 5 juta dolar AS (Rp 72,4 miliar)  dengan tambahan biaya 1,31 juta dolar AS akibat pelanggaran antidoping yang dilakukan atlet lompat tinggi Rusia Danil Lysenko.

    Pada Rabu, 1 Juli 2020, Presiden RUSAF Yevgeny Yurchenko mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai dana untuk membayar denda di tengah situasi pandemi saat ini.

    "Kami sadar ini merupakan masa sulit, tapi kami sangat kecewa karena kurangnya upaya yang dilakukan RusAF dalam memenuhi syarat yang sudah ditetapkan sejak Maret," kata Presiden World Athletics Sebastian Coe sebagaimana dikutip AFP, Kamis, 2 Juli 2020.

    Pada November 2019, Atletik Dunia juga telah menghentikan proses perizinan bagi 10 atlet Rusia yang akan tampil di Olimpiade Tokyo dengan bayaran denda.

    Berbagai usaha dilakukan agar bisa tampil di berbagai kejuaraan dunia. Selain mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), beberapa atlet Rusia seperti Maria Lasitskene, Sergey Shubenkov dan Anzhelika Sidorova telah menemui Presiden Vladimir Putin membahas situasi sulit ini.

    Mereka juga meminta Pemerintah Rusia segera bertindak sehingga mereka bisa tampil di Olimpiade Tokyo tahun depan.

    RusAF telah dihentikan sementara oleh Wolrd Athletics sejak 2015 karena terbukti melakukan praktik doping yang tersebar luas dan didukung pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.